Jaga Harapan Hidup Kelompok Rentan, PHR Zona 1 Perkuat Program Kesehatan di Wilayah Operasi

Jambi - Ditengah denyut industri migas yang terus bergerak menjaga pasokan energi nasional, persoalan kesehatan di sekitar wilayah operasi tetap menjadi bagian yang lekat dengan keseharian masyarakat. Ada balita yang pertumbuhannya perlu dipantau agar tidak tertinggal sejak dini, ibu hamil yang membutuhkan pendampingan gizi untuk menjaga dua kehidupan sekaligus, remaja yang mulai belajar memahami kesehatan reproduksi, lansia yang berharap tetap sehat dan produktif di usia senja, hingga penyandang disabilitas yang memerlukan akses layanan kesehatan yang lebih ramah.

Dari kebutuhan-kebutuhan yang kerap hadir itulah Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 1 menghadirkan berbagai intervensi kesehatan melalui program tanggung jawab sosial di enam wilayah kerja. Program intervensi pada bidang kesehatan ini dilaksanakan melalui kerja sama dan koordinasi dengan pemangku kepentingan terkait, seperti Puskesmas dan Dinas Kesehatan di wilayah masing-masing. 

Bertepatan dengan momentum World Health Day yang diperingati setiap 7 April, upaya tersebut menegaskan bahwa menjaga kesehatan berarti turut menjaga harapan hidup masyarakat secara berkelanjutan. Berbagai inisiatif tersebut dijalankan di sekitar wilayah operasi Pertamina Hulu Energi (PHE) Jambi Merang, Pertamina EP (PEP) Jambi, Pertamina EP (PEP) Lirik, Pertamina EP (PEP) Pangkalan Susu, Pertamina EP (PEP) Rantau, serta Pertamina Hulu Energi (PHE) North Sumatra Offshore, dengan fokus pada kelompok rentan yang membutuhkan perhatian berkelanjutan.

Manager Community Involvement & Development (CID) Regional 1 Iwan Ridwan Faizal, menyatakan Rabu (8/4/2026) bahwa program kesehatan yang dijalankan dirancang agar dampaknya tidak berhenti pada pertolongan sesaat, melainkan membangun kemandirian masyarakat dalam menjaga kualitas hidup. “Kami meyakini bahwa keberlanjutan program kesehatan lahir ketika sebuah program mampu memberikan dan menambah pengetahuan, kepedulian, serta daya untuk terus menjaga kesehatan secara mandiri,” ujar Iwan.

Sepanjang 2025, upaya pencegahan stunting menjadi salah satu fokus utama dengan berhasil mengentaskan 130 balita stunting, menjangkau 260 ibu hamil, 100 ibu menyusui, 250 orang tua, 100 keluarga, 100 remaja, serta 770 remaja putri di sejumlah wilayah operasi. Intervensi dilakukan melalui pemberian makanan tambahan, penguatan fasilitas posyandu, pelatihan kader kesehatan, edukasi gizi keluarga, hingga pengembangan kebun pangan masyarakat sebagai sumber pasokan pangan bergizi berkelanjutan.

Kini, perlahan tumbuh perubahan di tingkat keluarga ketika pengetahuan tentang gizi tidak lagi berhenti sebagai informasi, melainkan mulai hadir dalam pilihan makan sehari-hari, kebiasaan datang ke posyandu, hingga perhatian lebih besar terhadap tumbuh kembang anak.

“Sekarang saya jadi lebih paham bagaimana menjaga kesehatan selama hamil, mulai dari pola makan sampai pentingnya rutin memeriksakan kandungan. Rasanya lebih tenang karena tahu apa yang harus dilakukan untuk kesehatan saya dan bayi,” ujar Amelia, seorang ibu hamil di sekitar wilayah PEP Jambi dengan usia kandungan delapan minggu. 

Kepedulian serupa juga menjangkau kelompok disabilitas di sekitar wilayah kerja PEP Rantau melalui program pendidikan inklusif dan layanan kesehatan. Sebanyak 100 peserta inklusif mengikuti kelas kesehatan untuk meningkatkan literasi hidup sehat, sementara 30 penyandang difabel memperoleh dukungan alat bantu serta layanan kesehatan yang membantu meningkatkan kualitas hidup mereka. Program ini membuka ruang agar kelompok disabilitas tidak hanya memperoleh layanan yang lebih layak, tetapi juga merasa hadir sebagai bagian penting dari pembangunan sosial di lingkungannya. 

Sementara itu, perhatian terhadap lansia juga diwujudkan melalui program kesehatan masyarakat di yang menjangkau sekitar 180 lansia. Di sekitar wilayah kerja PEP Jambi, sebanyak 80 lansia memperoleh peningkatan pengetahuan kesehatan hingga kesehatan mental, sementara 50 lansia mengalami peningkatan produktivitas melalui kegiatan pemberdayaan. Sedangkan di sekitar wilayah kerja PHE Jambi Merang, telah diberikan penyaluran bantuan stimulan kesehatan untuk meningkatkan kualitas hidup 50 orang lansia.  

“Sekarang kami merasa lebih diperhatikan. Bukan hanya diperiksa kesehatannya, tapi juga diajak tetap aktif dan punya kegiatan. Rasanya lebih semangat menjalani hari,” ungkap Duta Lansia Desa Kota Karang Tahun 2025 Maisarah. 

Energi yang dihasilkan dari wilayah operasi semestinya tidak hanya bermakna bagi ketahanan nasional, tetapi juga meninggalkan jejak manfaat yang nyata dalam kehidupan masyarakat sekitar. Langkah ini turut memperkuat kontribusi perusahaan terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama pada tujuan poin ke-2 dan 3 (Tanpa kelaparan, Kehidupan Sehat dan Sejahtera). 

 

PHR Regional 1 Raih 15 Penghargaan PROPER, Zona 1 Ambil Peran Lewat Program Berkelanjutan

Jakarta - Pertamina Hulu Rokan (PHR) Regional 1 kembali menunjukkan kinerja apik dalam pengelolaan lingkungan dengan meraih 10 penghargaan PROPER Hijau dan 5 PROPER Biru dalam ajang Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan (PROPER) yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia di Jakarta pada Selasa (7/4) lalu.

Capaian ini menegaskan bahwa PHR Regional 1 tidak hanya memenuhi standar kepatuhan (compliance) yang ditetapkan pemerintah, tetapi juga mampu melampaui ketentuan melalui berbagai inovasi dan praktik keberlanjutan di lapangan.

Peringkat PROPER Biru yang diraih menunjukkan bahwa perusahaan telah memenuhi seluruh persyaratan regulasi lingkungan, sementara raihan PROPER Hijau mencerminkan upaya lebih dari sekadar kepatuhan, melalui efisiensi sumber daya, inovasi lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat.

Vice President HSSE PHR Regional 1, Tujuan Sanggam Silaen, menyampaikan bahwa capaian ini merupakan hasil komitmen kolektif seluruh insan perusahaan dalam memastikan aspek lingkungan menjadi bagian integral dari operasional.

“PHR harus comply terhadap komitmen lingkungan, sekaligus menunjukkan kepemimpinan pada aspek-aspek lingkungan di setiap kegiatan operasional. Ini bukan hanya kewajiban, tetapi bagian dari tanggung jawab kami dalam menjaga keberlanjutan,” ujar Tujuan.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa PHR Regional 1 terus mengupayakan keselarasan antara kegiatan operasional hulu migas dengan regulasi yang berlaku, khususnya dalam mendukung ketahanan energi nasional.

“Kami terus mengupayakan pemenuhan peraturan-peraturan terkait kegiatan operasi, termasuk dalam mendukung ketahanan energi melalui berbagai inisiatif efisiensi energi dan edukasi kepada pekerja serta masyarakat,” tambahnya.

Sebagai bagian dari implementasi nyata di lapangan, sejumlah program unggulan menjadi kontributor penting dalam capaian PROPER tahun ini. Di wilayah kerja PHR Regional 1 Zona 1, PEP Rantau mengembangkan program Eco Inovasi SALI X PEP (Saringan Ulir Pertamina EP), yang berfokus pada peningkatan efisiensi operasional melalui perbaikan downhole equipment pada sumur SRP. Program ini mengusung pendekatan ekonomi sirkular dan berhasil menurunkan konsumsi solar secara signifikan hingga 94.500 liter, sekaligus mengurangi emisi ke lingkungan berupa CO2 sebesar 245 ton, CH4 sebesar 0,01292 ton, dan N2O sebesar 0,01292 ton.

Hasil kajian Life Cycle Assessment (LCA) menunjukkan bahwa inovasi ini memberikan dampak positif yang luas, antara lain penurunan pada kategori global warming potential, potensi penipisan ozon, potensi hujan asam, eutrofikasi, photochemical oxidation, toxicity, hingga cumulative energy demand.

Sementara itu, PHE Jambi Merang menghadirkan Program Beeyond Honey sejak 2021 sebagai inovasi pelestarian keanekaragaman hayati berbasis pemberdayaan. Program ini mencakup budidaya dan konservasi lebah (Bee at Forest), edukasi dan diversifikasi produk (Bee at School), serta penguatan kesadaran masyarakat (Bee at Community), yang diperkuat dengan pemanfaatan limbah sarang lebah menjadi produk bernilai ekonomi seperti lilin batik dan aromaterapi oleh kelompok rentan binaan. Hingga saat ini, terdapat 700 kotak atau koloni lebah yang dibudidayakan. Beeyond Honey menjadi model pemberdayaan yang tidak hanya menjaga keseimbangan ekosistem, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi inklusif bagi masyarakat sekitar.

Dari bentang pesisir, PEP Pangkalan Susu mengembangkan Program Paluh Asri sebagai upaya terpadu yang mengintegrasikan rehabilitasi mangrove dengan pemberdayaan ekonomi pesisir. Melalui penguatan Kelompok Tani Hutan, program ini mendorong pengolahan sampah organik menjadi kompos serta inovasi produk olahan ikan bernilai tambah yang mendukung peningkatan gizi ibu hamil dan balita stunting, sekaligus mengembangkan ekowisata, edukasi lingkungan, dan kuliner berbasis sumber daya lokal.

PHR Regional 1 berkomitmen untuk terus memperkuat tata kelola lingkungan yang berkelanjutan, memastikan kepatuhan tidak hanya menjadi target minimum, tetapi berkembang menjadi budaya kerja yang melekat di seluruh lini operasional.

Ke depan, perusahaan akan terus melakukan peningkatan melalui inovasi, penguatan sistem manajemen lingkungan, serta kolaborasi dengan para pemangku kepentingan, guna memastikan kontribusi optimal terhadap ketahanan energi nasional yang berwawasan lingkungan.

Berikut daftar lengkap penerima PROPER di Lingkungan PHR Regional 1

PROPER Hijau

1. PT Pertamina EP Field Rantau

2. PHE Jambi Merang

3. PT Pertamina EP Field Ramba

4. PHE Ogan Komering

5. PT Pertamina EP Field Pendopo

6. PHE Raja Tempirai

7. PT Pertamina EP Field Adera

8. PT Pertamina EP Field Prabumulih

9. PT Pertamina EP Field Limau

10. PT Pertamina EP Field Pangkalan Susu

 

PROPER Biru

1. PHE NSO

2. PT Pertamina EP Field Jambi

3. PT Pertamina Hulu Rokan – Bekasap Rokan

4. PT Pertamina Hulu Rokan – Duri Steam Flood

5. PT Pertamina Hulu Rokan – Minas Siak.

 

Lewat Program SENJA KARSA, PEP Jambi Dukung Lansia Desa Kota Karang Jaga Asa Tetap Berdaya

Jambi - Usia senja kerap datang bersama perubahan yang tak mudah. Tubuh yang tak lagi sekuat saat usia produktif, keleluasaan ruang gerak yang mulai menyempit, serta peran sosial yang kerap memudar membuat sebagian lansia merasa tersisih dari kehidupan sosial. Padahal di balik rambut yang memutih dan langkah yang mulai lamban, masih tersimpan pengalaman panjang dan asa untuk tetap merasa berarti.

Indonesia kini memasuki era penduduk menua. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan persentase lansia meningkat hampir 4% dalam 2015–2024 menjadi 12%. Pada 2045, jumlah lansia diproyeksikan mencapai 65,82 juta jiwa atau 20,31%, sehingga upaya menjaga kesehatan dan kemandirian lansia menjadi semakin penting.

Sejalan dengan itu, studi social mapping Pertamina EP (PEP) Jambi pada 2024 mengidentifikasi Desa Kota Karang, Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muaro Jambi sebagai wilayah potensial pengembangan lansia, dengan adanya Sekolah Lansia Tangguh (SELANTANG) yang dibentuk Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN Provinsi Jambi sejak 2023. Sekolah Lansia Tangguh - Bina Keluarga Lansia (BKL) Kamboja di Desa Kota Karang menjadi ruang belajar dan berbagi bagi para lansia untuk menjaga kesehatan dan tetap aktif bersama dukungan keluarga.

Melihat manfaat yang langsung menyentuh para peserta, Pertamina EP (PEP) Jambi melalui program Semangat Lanjut Usia untuk Berkarya, Sehat, dan Sejahtera (SENJA KARSA) mulai mendukung penguatan program sejak 2025.

Salah satu penerima manfaat sekaligus sebagai Duta Lansia Desa Kota Karang Tahun 2025 Maisarah, menyampaikan antusiasme atas dukungan yang diberikan kepada kelompok lansia. "Adanya Sekolah Lansia ini membuat kami semangat lagi. Bisa kumpul, sama-sama jaga kesehatan, juga latihan-latihan keterampilan. Rasanya kami masih bermanfaat di usia segini,” ujarnya. Ia berterima kasih pada Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Jambi dan Pertamina EP Jambi atas dukungannya.

Melihat perkembangan program, Ketua Pokja Lansia & Pemberdayaan Ekonomi Keluarga Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Jambi Novita Sari turut mengapresiasi dukungan PEP Jambi. “Terima kasih atas dukungan Pertamina EP Jambi dalam penguatan Sekolah Lansia di Desa Kota Karang. Hal ini menjadi penguat dalam menjaga semangat belajar para lansia tetap menyala dan dirasakan secara langsung,” ujarnya.

Peran Pertamina EP Jambi dalam program ini di antaranya memberikan perlengkapan belajar dan alat kesehatan bagi 55 lansia, pelatihan lansiapreneur melalui pembuatan batik eco-print, serta edukasi peran keluarga dalam pendampingan lansia. Pendekatan ini menempatkan lansia sebagai individu yang tetap memiliki daya cipta, pengalaman, dan nilai bagi lingkungan sekitarnya.

Perjalanan belajar para peserta terus berlanjut, salah satunya ditandai dengan wisuda Sekolah Lansia BKL Kamboja yang diselenggarakan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Jambi bersama PEP Jambi pada 31 Desember 2025 lalu di Kantor Desa Kota Karang. Momen ini menjadi penegas bahwa belajar di usia senja adalah hal yang patut dirayakan.

Manager Community Involvement & Development (CID) Regional 1 Iwan Ridwan Faizal menegaskan, program SENJA KARSA berangkat dari keyakinan bahwa keberlanjutan masyarakat juga bertumpu pada kualitas hidup generasi lanjut usia. “Bagi kami, lansia bukan kelompok yang diabaikan. Dukungan ini kami hadirkan agar para lansia tetap sehat, aktif, dan terus merasa punya ruang untuk bertumbuh di tengah masyarakat,” ujarnya.

Ke depan, PEP Jambi berkomitmen memperkuat manfaat program SENJA KARSA melalui peningkatan kapasitas pembelajaran, pengembangan kelompok lansiapreneur, pemantauan kesehatan bersama tenaga medis, serta kegiatan yang mendukung kesejahteraan mental dan sosial lansia.

Fokuskan Ketahanan Pangan, GPIPS Jadi Strategi Baru Jaga Inflasi

Sumatera Selatan - Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) menjadi strategi baru dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional. Langkah ini ditempuh sebagai respons atas semakin kompleksnya tantangan pengendalian inflasi pangan, antara lain risiko perubahan iklim, cuaca ekstrem, serta karakteristik komoditas pangan yang bersifat musiman. Pendekatan inovatif, terintegrasi dan berkelanjutan diperkuat, tidak semata berorientasi pada stabilisasi harga jangka pendek, tetapi juga pada penguatan pasokan pangan secara struktural. Bank Indonesia terus berkomitmen mendukung penguatan ketahanan pangan dan stabilitas harga melalui pengembangan klaster pangan, peningkatan produktivitas, penguatan kelembagaan petani, serta sinergi dengan pemerintah daerah. Demikian disampaikan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Ricky P. Gozali dalam GPIPS Wilayah Sumatera 2026 yang diselenggarakan di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan (11/2).

Pada tahun 2025, inflasi nasional tercatat sebesar 2,92% (year-on-year), berada dalam kisaran sasaran inflasi 2,5±1%. Capaian tersebut mencerminkan efektivitas bauran kebijakan serta kuatnya sinergi pengendalian inflasi, khususnya inflasi pangan. Memasuki awal tahun 2026, inflasi nasional pada Januari 2026 meningkat menjadi 3,55% (yoy), terutama dari kelompok pangan bergejolak. Perkembangan ini menegaskan bahwa upaya pengendalian inflasi pangan tetap perlu diperkuat secara konsisten dan berkelanjutan, agar inflasi pangan bergejolak terjaga pada kisaran 3,0-5,0%, sebagaimana amanat High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Pusat sebelumnya (29/1).

Deputi Gubernur Ricky menyampaikan 3 strategi utama untuk mewujudkan ketahanan dan stabilitas harga pangan nasional. Pertama, peningkatan produksi pangan, khususnya hortikultura melalui antisipasi risiko cuaca dan iklim antara lain dengan pemanfaatan bibit unggul tahan cuaca, teknologi adaptif, serta pengaturan pola tanam antar-komoditas yang lebih terkoordinasi antarwaktu dan antarwilayah. Kedua, kelancaran distribusi dan konektivitas antarwilayah untuk memperkuat stabilitas harga melalui peningkatan efisiensi logistik dan optimalisasi Kerja Sama Antardaerah (KAD) sebagai instrumen penguatan rantai pasok bersinergi dengan BUMN logistik. Ketiga, penguatan sinergi antar Pemerintah Pusat dan Daerah untuk efektivitas kebijakan antara lain melalui pemanfaatan data neraca pangan untuk KAD dan penguatan peran BUMD/Perusahaan Pangan Daerah sebagai offtaker. “Kolaborasi yang erat antara pemerintah pusat dan daerah, kementerian/lembaga, pelaku usaha, serta wakil rakyat menjadi kunci dalam menjaga stabilitas harga, memperkuat ketahanan pangan, memberdayakan petani, dan mendorong kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan” demikian disampaikan Deputi Ricky.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru menegaskan pentingnya inovasi dan pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung program ketahanan pangan. Melalui inovasi digital SiBenih dan Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP), Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan berhasil membangun ekosistem pangan yang kuat dan berdaya tahan. Provinsi Sumatera Selatan sebagai salah satu sentra produksi pangan nasional dan produsen beras terbesar ketiga nasional mendapatkan apresiasi nasional melalui penghargaan Satyalancana Wira Karya dari Presiden Republik Indonesia dalam mendukung pencapaian swasembaga pangan nasional 2025”, pungkas Gubernur Herman Deru.

GPIPS merupakan penguatan dari program[WR1]  pengendalian inflasi sebelumnya yang dikenal sebagai Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi (GNPIP). GPIPS merupakan respons atas semakin kompleksnya tantangan dalam mewujudkan ketahanan pangan, dengan 3 pembaruan program, yaitu (1) program penguatan sisi hulu untuk menjamin ketersediaan pasokan pangan terutama menghadapi cuaca ekstrem,  (2) program pengendalian inflasi yang lebih komprehensif untuk memperkuat stabilisasi harga pangan dalam jangka pendek, serta (3) program penguatan sinergi pusat dan daerah untuk mendukung program prioritas pemerintah.

GPIPS dirangkaikan dengan Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP–TPID) wilayah Sumatera. Rapat koordinasi tersebut merumuskan 3 kesepakatan strategis. Pertama, fokus jangka pendek pada penguatan upaya pengendalian inflasi menjelang HBKN melalui stabilisasi harga di pasar, penguatan distribusi dan konektivitas pasokan regional, serta penguatan manajemen risiko inflasi regional. Kedua, antisipasi risiko cuaca ekstrem untuk memperkuat ketahanan pangan melalui penguatan produksi berbasis adaptasi iklim serta perlindungan usaha tani dan pascapanen. Ketiga, penguatan sinergi satuan tugas terkait untuk percepatan pemulihan lahan pertanian yang terdampak bencana. 

GPIPS Sumatera 2026 menjadi pembuka rangkaian GPIPS Nasional yang selanjutnya akan diselenggarakan di wilayah Jawa, Balinusra, Sulampua, dan Kalimantan. Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan temuwicara bersama petani dan UMKM, penyerahan bantuan sarana dan prasarana pertanian secara simbolis, business matching antara perbankan dan pelaku usaha, serta pemberangkatan truk komoditas KAD. 

Ke depan, Bank Indonesia bersama Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah akan terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam mendukung ketahanan pangan dan pengendalian inflasi, melalui mitigasi risiko cuaca ekstrem dan peningkatan efisiensi logistik pangan guna menjaga stabilitas harga, mengurangi disparitas dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Fun Run Warnai Kemeriahan HUT ke-63 Bank 9 Jambi, Dirut Komitmen Jadikan Bank Kebanggaan Daerah

Kota Jambi – Memeriahkan HUT ke-63 Bank 9 Jambi, salah satunya dengan menggelar Fun Run pada Sabtu (17/1/2026). Selain sebagai ajang olahraga santai, juga sarana mempererat silaturahmi antara Bank 9 Jambi dengan masyarakat maupun para nasabah dari berbagai daerah.

Tidak hanya diikuti peserta dari Jambi saja, peserta Fun Run juga diikuti dari sejumlah provinsi lainya, Sumatera Utara, Riau, termasuk kabupaten dan kota di wilayah sekitar Provinsi Jambi. Kegiatan dilepas langsung oleh Direktur Utama Bank 9 Jambi, H. Khairul Suhairi, S.E., M.M., CRM, dan turut dihadiri Wakil Gubernur Jambi K.H. Abdullah Sani, jajaran Dewan Komisaris, Direksi Bank 9 Jambi, serta unsur Forkopimda dan pimpinan instansi vertikal.

Direktur Utama Bank 9 Jambi H. Khairul Suhairi, disaat memberikan sambutanya, menegaskan bahwa peringatan HUT ke-63 ini menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan komitmen Bank 9 Jambi sebagai bank daerah yang terus tumbuh bersama masyarakat.

“Selama 63 tahun, Bank 9 Jambi hadir bukan hanya sebagai lembaga keuangan, tetapi sebagai mitra pembangunan daerah. Melalui kegiatan seperti Fun Run ini, kami ingin membangun kedekatan emosional dan kepercayaan publik. Harapan kami, Bank Jambi benar-benar menjadi bank kebanggaan dan bank istimewa di hati masyarakat Provinsi Jambi,” ujar Khairul.

Ia menambahkan, Bank 9 Jambi akan terus beradaptasi dengan perkembangan zaman melalui penguatan layanan digital tanpa meninggalkan jati diri sebagai bank pembangunan daerah. Transformasi ini menjadi kunci agar Bank Jambi tetap relevan, kompetitif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah.

Sementara itu, Komisaris Bank 9 Jambi Hj. Emilia menyampaikan bahwa Bank Jambi terus mempercepat transformasi digital guna meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat dan pemerintah daerah. Saat ini, Bank Jambi telah menghadirkan layanan tarik tunai tanpa kartu (cardless) serta pembukaan rekening secara digital melalui sistem onboarding online.

Selain itu, Bank 9 Jambi juga tengah mengembangkan layanan Tapcash sebagai bagian dari penguatan ekosistem transaksi non-tunai dan digitalisasi ekonomi daerah. Layanan ini diharapkan dapat terintegrasi secara optimal dengan sistem keuangan daerah, sehingga mendorong tata kelola keuangan publik yang lebih efisien, transparan, dan akuntabel.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Jambi Al Haris berharap Bank 9 Jambi terus tumbuh sehat dan semakin berperan strategis dalam pembangunan daerah. Ia mengakui kontribusi Bank 9 Jambi melalui setoran dividen kepada pemerintah daerah sangat membantu peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang digunakan untuk mendukung pembangunan Provinsi Jambi.

Rangkaian HUT ke-63 Bank 9 Jambi juga dimeriahkan dengan pemotongan nasi tumpeng serta pembagian berbagai hadiah menarik, mulai dari uang tunai hingga hadiah utama satu unit sepeda motor. Peringatan ini dilaksanakan serentak oleh 10 kantor perwakilan Bank 9 Jambi di kabupaten dan kota se-Provinsi Jambi, mencerminkan soliditas manajemen serta sinergi kuat antara Bank 9 Jambi dan pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan berkelanjutan.

HUT Ke-7 PT. Pertamina Hulu Rokan Teguhkan Semangat Satu Tujuan Satu Energi

Jambi - Momentum hari jadi ketujuh PT. Pertamina Hulu Rokan (PHR) yang jatuh 20 Desember 2025, dimaknai sebagai ruang refleksi perjalanan perusahaan sekaligus penguatan komitmen menjaga ketahanan dan keberlanjutan energi nasional.

Mengusung semangat Satu Tujuan Satu Energi, PHR terus bergerak selaras untuk mencapai kinerja unggul, memastikan keandalan operasi, serta menjaga ketersediaan energi bagi Indonesia. 

Tidak hanya penanda bertambahnya usia perusahaan, namun ulang tahun ke-7 ini moment menegaskan arah dan peran strategis PHR ke depan.

Sebagai perusahaan energi dengan tantangan operasional yang kompleks, PHR menempatkan kekuatan tim sebagai fondasi utama. Tim yang efektif, adaptif, dan kolaboratif menjadi kunci dalam memastikan target operasional tercapai dengan tetap mengedepankan keselamatan kerja.

“PHR melihat perjalanan ini sebagai hasil kerja kolektif seluruh insan perusahaan. Tim yang solid, disiplin dalam eksekusi, serta konsisten merupakan kekuatan utama kami,” ujar Corporate Secretary PT Pertamina Hulu Rokan, Eviyanti Rofraida.

Dalam perjalanan tersebut, PHR dihadapkan pada dinamika eksternal, termasuk bencana alam yang terjadi di sejumlah wilayah. Kondisi ini menjadi refleksi penting bagi perusahaan untuk terus memperkuat kesiapsiagaan, respons darurat, serta kepedulian terhadap keselamatan pekerja, masyarakat, dan keberlangsungan operasi.

“Momentum ulang tahun ini tidak hanya kami maknai sebagai perayaan capaian, tetapi juga sebagai pengingat untuk memperkuat empati dan solidaritas. Bencana alam mengingatkan bahwa keberlanjutan bisnis harus berjalan seiring dengan kepedulian sosial dan kesiapsiagaan,” lanjut Eviyanti.

Diwilayah kerja PHR Zona yang berkantor pusat di Kota Jambi, momen HUT PHR diisi dengan Seminar Kesiapsiagaan Bencana dengan pembicara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi dan psikolog. Seminar ini mengingatkan kembali kesiapan untuk penyelamatan diri, bertahan dalam kondisi darurat dan kesiapan mental saat dan pasca bencana. 

Doa bersama juga dipanjatkan untuk keselamtan dan pemulihan pasca bencana. Selain itu, dilakukan juga donasi dan santunan di sekitar wilayah operasi, khususnya untuk masyarakat terdampak bencana di Kota Lhokseumawe (PHE NSO), Kabupaten Aceh Tamiang (PEP Rantau) dan Kabupaten Langkat (PEP Pangkalan Susu).

Budaya integritas tetap menjadi pondasi utama dalam seluruh perjalanan dan pencapaian perusahaan. Integritas dipandang sebagai energi yang menjaga setiap proses bisnis tetap berada pada koridor tata kelola yang baik, sekaligus memperkuat kepercayaan para pemangku kepentingan.

Seiring bertambahnya usia dan pengalaman, ketangguhan (resilience) menjadi karakter yang semakin melekat pada PHR. Kemampuan untuk bertahan, menyesuaikan diri, dan bangkit dari berbagai tantangan—baik operasional maupun situasi krisis—menjadi bekal penting dalam menghadapi dinamika industri energi yang terus berubah.

PHR juga menegaskan bahwa peringatan ulang tahun ketujuh ini tidak dapat dipisahkan dari komitmen terhadap lingkungan dan masyarakat di sekitar wilayah operasi. Perusahaan terus menjalankan berbagai inisiatif tanggung jawab sosial dan lingkungan sebagai bagian dari kontribusi nyata bagi pembangunan berkelanjutan.

Ke depan, PHR akan terus mendorong inovasi dan perbaikan berkelanjutan di seluruh zona dan fungsi. Penguatan efisiensi, penyempurnaan proses, serta pengembangan ide-ide baru menjadi kunci dalam menjaga daya saing dan kinerja perusahaan. Diharapkan seluruh insan PHR dapat menjadikan momentum ini sebagai titik tolak melangkah lebih kuat, adaptif dan lebih bertanggungjawab dalam menjalankan Amanah menjaga energi negeri.

Tentang Pertamina Hulu Rokan

PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) merupakan salah satu anak perusahaan Pertamina yang bergerak dalam bidang usaha hulu minyak dan gas bumi di bawah Subholding Upstream, PT Pertamina Hulu Energi (PHE). PHR berdiri sejak 20 Desember 2018. Pertamina mendapatkan amanah dari Pemerintah Indonesia untuk mengelola Wilayah Kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021.

Pertamina menugaskan PHR untuk melakukan proses alih kelola dari operator sebelumnya. Proses transisi berjalan selamat, lancar dan andal. PHR melanjutkan pengelolaan Zona Rokan selama 20 tahun, mulai 9 Agustus 2021 hingga 8 Agustus 2041.

Secara organisasi, Pertamina Hulu Rokan Regional 1 memiliki wilayah kerja di Pulau Sumatera, membentang dari Aceh hingga Sumatera Selatan.

Selain memproduksi minyak dan gas bagi negara, PHR mengelola program tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan fokus di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat dan lingkungan.

Copyright © Free Joomla! 4 templates / Design by Galusso Themes