Selaras Migas, Perkuat Sinergi Lintas Sektor dalam Pemanfaatan Aset Negara di Hulu Migas

Kota Jambi - Pertamina EP Field Jambi dan PHE Jambi Merang, Rabu (6/5/2026) menggelar SELARAS MIGAS, di Hotel BW Luxury Jambi, dengan mempertemukan para pemangku kepentingan dalam rangka memperkuat sinergi dan tata kelola pemanfaatan Barang Milik Negara (BMN) di sektor hulu minyak dan gas bumi.

Forum ini menjadi wadah kolaborasi lintas sektor dalam mendukung pengelolaan aset negara yang tertib, aman, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat komitmen bersama terhadap keselamatan operasi migas, perlindungan masyarakat, serta kelestarian lingkungan di sekitar wilayah operasi.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari sejumlah instansi kunci, di antaranya Wali Kota Jambi, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Wilayah Sumatera Bagian Selatan, KPKNL Jambi, Komando Resort Militer 042/Garuda Putih, Kejaksaan Tinggi Jambi serta perwakilan SKK Migas Sumbagsel. Peserta yang terlibat berasal dari unsur Forkopimca yang masuk dalam wilayah kerja PEP Field Jambi dan PHE Jambi Merang.

Sebagai bagian dari industri strategis nasional, kegiatan usaha hulu migas memiliki peran vital dalam menjaga ketahanan energi serta mendukung penerimaan negara. Dalam operasionalnya, sektor ini memanfaatkan Barang Milik Negara (BMN) yang dikelola oleh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), termasuk PT Pertamina EP Field Jambi dan Pertamina Hulu Energi Jambi Merang, di bawah pengawasan SKK Migas.

Seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat dan pemerintah daerah terhadap pemanfaatan aset negara, termasuk aset di wilayah operasi Pertamina, muncul dinamika baru berupa permintaan penggunaan BMN untuk kepentingan publik. Namun demikian, pemanfaatan BMN harus tetap berada dalam koridor regulasi yang ketat, menjunjung prinsip tata kelola yang baik (good governance), aspek legalitas, serta tidak mengganggu keberlangsungan operasi hulu migas.

Melalui kegiatan SELARAS MIGAS ini, diharapkan tercipta kesamaan persepsi dan penguatan koordinasi lintas sektor dalam pemanfaatan BMN di lingkungan Pertamina. Forum ini tidak hanya menjadi ruang komunikasi, tetapi juga langkah strategis untuk memastikan setiap pemanfaatan aset negara dilakukan secara tertib, aman, dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat tanpa mengganggu keberlanjutan operasi hulu migas.

Pjs GM Pertamina Hulu Rokan Zona 1, Tedjo Soemantri dalam sambutannya menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga tata kelola aset negara di sektor hulu migas.

“Industri hulu minyak dan gas bumi merupakan sektor strategis nasional yang berperan vital dalam menjaga ketahanan energi. Tidak hanya berorientasi pada pencapaian target produksi, sektor ini juga memiliki tanggung jawab dalam optimalisasi penerimaan negara, pengamanan aset, serta memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa seluruh aset yang digunakan dalam kegiatan hulu migas merupakan BMN yang harus dikelola secara tertib, transparan, dan akuntabel sesuai ketentuan perundang-undangan.

“Di tengah meningkatnya kebutuhan pemanfaatan aset negara untuk kepentingan publik dan pengembangan ekonomi daerah, kita dihadapkan pada tantangan untuk memastikan setiap pemanfaatan tetap berada dalam koridor hukum serta tidak mengganggu keselamatan dan keberlangsungan operasi hulu migas,” katanya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa aspek keselamatan menjadi prioritas utama, mengingat banyak fasilitas migas yang berada dekat dengan permukiman warga. “Kondisi ini menuntut pengelolaan yang semakin cermat, pengawasan yang ketat, serta komunikasi yang terbuka dengan seluruh pemangku kepentingan guna meminimalkan risiko dan menjaga keselamatan bersama,” tambahnya.

Menurutnya, forum SELARAS MIGAS memiliki peran strategis dalam menyatukan persepsi dan memperkuat koordinasi lintas sektor. “Kolaborasi yang solid menjadi kunci agar pengelolaan BMN dan operasional migas dapat berjalan secara aman, tertib, dan sesuai ketentuan hukum. Keselarasan pemahaman akan menjadi kekuatan dalam menjaga keberlanjutan energi nasional,” tegasnya.

 

 

 

 

SIGINJAI Fest 2026, Ajang Pengembangan UMKM dan Pelaku Usaha Syariah

Kota Jambi - Semarak Ekonomi dan Keuangan Syariah Negeri Jambi (SIGINJAI) Fest 2026 yang diselenggarakan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jambi, Rabu (29/04/2026) digelar di Mall Jambi Town Square (Jamtos), Kota Jambi.

Berbagai atraksi kesenian tradisonal syariah seperti arakan sahur Kuala Tungkal ikut menyemarakan menjelang opening ceremony dilaksanakan.

Kepala perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jambi, Tedy Arief Budiman saat menyampaikan sambutanya mengatakan, Siginjai Fest 2026 merupakan salah satu upaya pengembangan UMKM dan pelaku usaha syariah di Jambi.

"Rangkaian kegiatan tahunan ini merupakan salah satu ikhtiar Bank Indonesia guna berperan sebagai Hamzah Washal, yang kami maknai sebagai

perantara, penyambung, dan fasilitator dalam kolaborasi menggerakkan ekonomi keuangan syariah dengan lembaga vertikal, otoritas, intansi OPD, pelaku usaha, lembaga keuangan, akademisi, komunitas, dan pondok pesantren di Jambi," terangnya.

Gubenur Jambi, Al Haris yang turut hadir mengatakan, ajang tersebut menjadi langkah nyata dalam mendorong pertumbuhan ekonomi syariah, baik di tingkat daerah maupun nasional.

“Lewat SIGINJAI Fest 2026, ini salah satu ikhtiar untuk membumikan ekonomi syariah di Jambi,” ujar Al Haris 

Ekonomi dan keuangan syariah memiliki peran yang sangat penting, strategis, dan fundamental dalam pembangunan. Menurutnya, sistem ekonomi syariah kini tidak lagi sekadar alternatif, melainkan telah menjadi salah satu pilar utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan.

“Ekonomi syariah bukan hanya alternatif, tetapi sudah berkembang menjadi pilar penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” katanya.

 

Program Srikandi Perubahan PEP Field Jambi, Semangat Hari Bhakti Pemasyarakatan

Jambi, Sengeti - Hari-hari di Lapas Perempuan Kelas IIB Jambi tidak selalu sunyi. Ada bunyi yang pelan dan berulang. Gesekan canting di atas kain, tetes lilin yang jatuh hati-hati, warna yang perlahan kian meresap.

Di balik tembok tinggi dan pintu-pintu besi, Senin (27/04/2026), kehidupan berjalan dengan ritme yang berbeda. Di antara batas-batas itu, sesuatu yang tak kasat mata sedang tumbuh. Kepercayaan diri, harapan, dan keberanian untuk memulai lagi.

Lebih dari enam dekade lalu, tepatnya 27 April 1964, arah sistem kepenjaraan di Indonesia berubah. Dari sekadar menghukum menjadi membina. Membuka jalan agar mereka yang pernah terjatuh bisa kembali ke masyarakat dengan lebih siap. Semangat itu kini diperingati sebagai Hari Bhakti Pemasyarakatan.

Di Lapas Perempuan Jambi, semangat itu menemukan wujudnya. Melalui program Srikandi Perubahan yang diinisiasi oleh PT Pertamina EP Field Jambi, bagian dari PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 1. Pembinaan tidak lagi berhenti pada rutinitas, tetapi berkembang menjadi proses pemulihan yang nyata.

Program ini lahir dari persoalan yang tidak sederhana. Tingginya angka residivisme, terutama pada kasus narkoba di kalangan perempuan, menunjukkan satu pola yang berulang. Ketika seseorang kembali ke luar tanpa bekal, dunia sering kali tidak memberi banyak pilihan. Di situlah lingkaran itu terus terjadi.

Srikandi Perubahan mencoba memutusnya. Bukan dengan janji besar, tetapi dengan langkah kecil yang konsisten.

Dimulai pada 2018, program ini sempat terhenti saat pandemi COVID-19 melanda. Namun kembali berjalan pada 2021, dan tumbuh dengan arah yang lebih kuat.

Di dalam lapas, batik menjadi titik awal. Batik di sini bukan sekadar kain. Ia adalah cara untuk mengekspresikan diri, memulihkan harga diri, dan perlahan menghapus batas antara masa lalu dan masa depan.

Di setiap garis yang ditarik, ada cerita yang diperbaiki. Di setiap warna yang dituangkan, ada harapan yang dirajut kembali.

Ajeng, bukan nama sebenarnya, salah satu dari mereka yang menemukan jalan pulang melalui proses itu. Awalnya ia hanya belajar memegang canting, kemudian mencoba menjahit. Seiring waktu, keterampilan itu berubah menjadi sesuatu yang lebih dari sekadar aktivitas.

“Saya belajar memperbaiki diri dengan terus belajar. Apa yang saya dapat di sini akan menjadi bekal saat keluar nanti,” ujarnya pelan.

Kalimatnya sederhana, tetapi menyimpan sesuatu yang sering hilang, keyakinan bahwa masa depan masih bisa dibentuk. Dari satu keterampilan, lahir banyak kemungkinan.

Kegiatan membatik berkembang menjadi berbagai unit usaha. Kini, setidaknya ada 10 unit usaha yang berjalan di dalam lapas. Mulai dari kuliner, kriya, salon, laundry, hingga pertanian dan peternakan.

Di ruang yang serba terbatas, roda ekonomi kecil mulai berputar. Bukan soal besar kecilnya hasil, tetapi tentang rasa berdaya yang kembali tumbuh.

Pendampingan yang diberikan tidak berhenti pada keterampilan teknis. Para warga binaan juga belajar mengelola emosi, berbicara di depan umum, hingga mengatur keuangan. Hal-hal yang kerap menjadi penentu saat mereka kembali ke masyarakat.

Bahkan, kepedulian terhadap lingkungan ikut menjadi bagian dari proses ini. Limbah batik diolah melalui instalasi pengolahan air, kompos diproduksi, dan air hujan dimanfaatkan kembali.

Di dalam lapas, perlahan terbentuk sebuah ekosistem kecil yang mengajarkan bahwa perubahan tidak hanya tentang manusia, tetapi juga tentang bagaimana mereka hidup berdampingan dengan lingkungan.

Apa yang terjadi di balik tembok itu perlahan berbicara lebih jauh. Bahwa pemberdayaan tidak mengenal batas ruang. Bahkan di tempat yang paling sempit sekalipun, manusia tetap bisa tumbuh asal diberi kesempatan.

Tak banyak yang menyangka, dari ruang yang sering dianggap sebagai akhir, justru lahir cerita yang menggema hingga ke panggung internasional.

Dalam ajang 18th Annual Global CSR & ESG Summit & Awards 2026 di Bangkok, Thailand, program Srikandi Perubahan meraih Platinum Award untuk kategori Women Empowerment, penghargaan tertinggi yang menjadi pengakuan atas upaya mengembalikan martabat, keterampilan, dan masa depan para perempuan.

Iwan Ridwan Faizal, Manager Community Involvement & Development (CID) Regional 1 mengatakan, penghargaan itu bukanlah tujuan akhir. Melainkan menjadi pengingat bahwa setiap individu berhak mendapatkan kesempatan kedua.

"Melalui Srikandi Perubahan, kami ingin memastikan bahwa para warga binaan tidak hanya menjalani masa hukuman, tetapi juga mempersiapkan masa depan,” jelasnya.

Di tempat yang dulu terasa seperti jalan buntu, kini tumbuh sesuatu yang pelan namun pasti, yaitu keberanian. Dari balik jeruji, para perempuan itu sedang memperjuangkan hal yang paling mendasar, mendapatakan kesempatan kedua.

Sekuat apa pun tembok berdiri, selalu ada celah bagi manusia untuk bangkit, belajar percaya lagi, dan menata ulang arah hidupnya. 

BI Jambi Gelar Siginjai Fest 2026, Dorong Ekonomi Syariah dan UMKM Naik Kelas

Kota Jambi - Bank Indonesia (BI) Provinsi Jambi kembali menggelar Siginjai Fest 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di daerah. Kegiatan tahunan ini akan berlangsung pada 29 April hingga 3 Mei 2026 di Jambi Town Square (Jamtos) Mall.

Siginjai Fest 2026 menghadirkan beragam kegiatan edukatif, kompetitif, dan interaktif yang menyasar berbagai lapisan masyarakat, mulai dari pelajar, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga masyarakat umum.

Pengunjung akan disuguhkan talkshow seputar UMKM dan ekonomi syariah, pameran produk unggulan dari pelaku UMKM serta lembaga keuangan syariah, hingga kajian islami yang memberikan wawasan keagamaan. Salah satu inovasi yang turut diperkenalkan adalah pojok kopi wakaf sebagai bagian dari pengembangan ekonomi berbasis syariah.

Selain itu, BI juga menghadirkan QRIS Experience guna mendorong literasi dan penggunaan sistem pembayaran digital di tengah masyarakat. Berbagai perlombaan turut digelar untuk memeriahkan acara, di antaranya lomba berkisah tingkat SD, cerdas cermat ekonomi syariah untuk SMA/SMK, hingga ranking satu CBP dan QRIS.

Festival ini juga diramaikan dengan kompetisi bernuansa seni dan religi seperti lomba kaligrafi, da’i, dan hadroh. Sementara bagi pecinta kopi, tersedia kompetisi “Jambi Negeri 3 Kopi” yang melombakan kategori brewers, cup taster, dan latte art. Lomba mewarnai untuk anak-anak juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Jambi, Tedy Arief Budiman, mengatakan Siginjai Fest 2026 merupakan agenda tahunan yang terus dikembangkan untuk memperkuat ekonomi syariah sekaligus mendukung pertumbuhan UMKM di daerah.

“Pada tahun ini, sebanyak 77 pelaku UMKM turut ambil bagian, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Ini menjadi bentuk nyata dukungan kami terhadap pengembangan ekonomi masyarakat,” ujar Tedy.

Ia menambahkan, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada aspek ekonomi, tetapi juga menghadirkan penguatan spiritual melalui kajian inspiratif yang melibatkan tokoh nasional.

“Beberapa kajian yang akan hadir di antaranya kajian Muslimah bersama dr. Aisah Dahlan dengan tema ‘Peran Muslimah dalam Ekonomi Keluarga dan Sosial’, kajian bersama Ustadz Hanan Attaki bertema ‘Tenang di Tengah Overthinking’, serta Habib Ja’far dengan tema ‘Hidup Berkah dengan Syariah’,” jelasnya.

Melalui Siginjai Fest 2026, BI berharap dapat meningkatkan literasi dan inklusi ekonomi syariah, mendorong digitalisasi sistem pembayaran, serta memperkuat daya saing UMKM di Provinsi Jambi.

Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang promosi dan edukasi, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.

 

PHR Zona 1 Raih Dua Penghargaan Tertinggi di Ajang CSR & ESG Internasional

Bangkok, Thailand, 24 April 2026 – Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 1 kembali menorehkan prestasi di tingkat global melalui komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat berkelanjutan. Dalam ajang 18th Annual Global CSR & ESG Summit & Awards 2026 yang digelar di Bangkok, Thailand, PHR Zona 1 berhasil meraih dua penghargaan bergengsi. Penghargaan ini mempertegas peran perusahaan sebagai pelaku industri energi yang mengintegrasikan kinerja bisnis dengan prinsip keberlanjutan.

Penghargaan Platinum untuk kategori Best Women Empowerment diraih PT Pertamina EP Field Jambi melalui program Srikandi Perubahan, sementara penghargaan Silver untuk kategori Best Community Program diraih PT Pertamina Hulu Energi Jambi Merang melalui program Beeyond Honey.

Capaian ini menjadi bukti bahwa pendekatan Community Involvement & Development (CID) yang dijalankan PHR Zona 1 tidak hanya relevan secara lokal, tetapi juga diakui secara global. Sebagai praktik terbaik dalam implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

Program Srikandi Perubahan hadir sebagai solusi atas tantangan reintegrasi sosial bagi Warga Binaan Perempuan (WBP) di Lapas Perempuan Kelas II Jambi. Sejak 2021, program ini mengembangkan pendekatan berbasis keterampilan, khususnya pelatihan membatik, yang kemudian tumbuh menjadi ekosistem usaha produktif.

Hingga saat ini, program itu telah mendorong terbentuknya sedikitnya 10 unit usaha di berbagai sektor. Mulai dari kriya, kuliner, hingga pertanian. Selain itu, program juga memperkuat soft skills seperti manajemen emosi dan pengelolaan keuangan.

Lebih dari sekadar pelatihan, Srikandi Perubahan menjadi ruang transformasi bagi para WBP untuk membangun kembali kepercayaan diri, identitas, serta harapan akan masa depan yang lebih baik.

Di sisi lain, program Beeyond Honey menghadirkan model pemberdayaan berbasis konservasi yang menjawab tantangan ekologis dan sosial secara simultan. Program ini dikembangkan sebagai respons terhadap menurunnya populasi lebah serta degradasi ekosistem yang berdampak pada ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat.

Melalui pendekatan terintegrasi, meliputi budidaya lebah sebagai bioindikator lingkungan, revegetasi, edukasi masyarakat, hingga pembentukan koperasi madu. Program ini kini mampu menghasilkan 150 hingga 250 kilogram madu per bulan.

Inisiatif ini tidak hanya berkontribusi pada pemulihan ekosistem, tetapi juga menciptakan sumber penghidupan berkelanjutan bagi masyarakat desa.

Ajang tahun ini mengangkat tema “AI, Energy & Transition: Resetting ESG in a New Economy”, yang menyoroti pentingnya peran teknologi dalam transformasi praktik ESG global. Diskusi panel menekankan bahwa pendekatan pembangunan harus tetap berorientasi pada manusia (human-centric development), di mana teknologi seperti AI berfungsi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dalam closing remarks, Matthias Gelber, International Ambassador Dorod Sdn Bhd, menegaskan bahwa setiap individu dan organisasi memiliki peran sebagai force of good (kekuatan untuk kebaikan) dalam menjaga keberlanjutan bumi. Hal ini hanya dapat terwujud melalui kolaborasi dan kemitraan lintas sektor.

Para praktisi juga menegaskan bahwa keberhasilan program pemberdayaan tidak hanya ditentukan oleh inovasi, tetapi oleh pemahaman menyeluruh terhadap kompleksitas sosial—mencakup aspek ekonomi, budaya, dan lingkungan.

Manager CID Regional 1, Iwan Ridwan Faizal, mengatakan bahwa penghargaan ini bukan sekadar pengakuan. Tetapi validasi bahwa pendekatan pemberdayaan yang berakar pada kebutuhan nyata masyarakat mampu menciptakan dampak berkelanjutan.

“Kami percaya, keberhasilan ESG tidak hanya diukur dari program yang dijalankan, tetapi dari perubahan hidup yang dihasilkan. Ke depan, kami akan terus memperkuat kolaborasi dan menghadirkan inovasi sosial yang relevan dengan tantangan zaman,” jelas Iwan.

Keberhasilan ini menegaskan bahwa strategi pemberdayaan masyarakat yang dijalankan PHR Zona 1 tidak hanya adaptif terhadap dinamika global, tetapi juga konsisten menempatkan manusia sebagai pusat dari setiap inisiatif pembangunan.

Sebagai bagian dari PT Pertamina (Persero), PHR terus mengelola wilayah kerja hulu migas di Sumatera secara bertanggung jawab, dengan komitmen menghadirkan operasi yang selamat, andal, dan berkelanjutan, serta memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan lingkungan. 

 

Tingkatkan Kewaspadaan, PEP Jambi Bersama Damkar Kabupaten Batang Hari Bekali Warga Hadapi Risiko Kebakaran

Jambi - Di tengah denyut operasi hulu migas yang kian berdetak, Pertamina EP (PEP) Jambi sebagai bagian dari Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 1 mengedepankan komitmen keselamatan sebagai prioritas. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Pengamanan Jalur Pipa dan Fasilitas Produksi yang telah berlangsung di Kantor Camat Bajubang, Kabupaten Batang Hari, Selasa (21/04/2026).

Lebih dari 40 warga dari Desa Panerokan, Desa Ladang Peris, Desa Pompa Air, hingga Kelurahan Bajubang dilibatkan dalam kegiatan ini sebagai kelompok yang berada di garis depan dalam menghadapi potensi kebakaran skala rumah tangga. Kegiatan ini tak hanya berbagi informasi, melainkan juga memperkuat peran masyarakat sebagai lapisan pertama dalam sistem perlindungan keselamatan.

Field Manager PEP Jambi Kurniawan Triyo Widodo, menegaskan bahwa keselamatan adalah tanggung jawab bersama yang harus dibangun dari tingkat paling dekat dengan risiko. “Kami ingin masyarakat tidak hanya tahu, tapi juga memiliki kesiapan. Dalam artian siap mencegah dan siap merespons, karena ketangkasan dan ketepatan langkah dalam situasi darurat sangat menentukan dampak yang dirasakan,” ujarnya dalam kesempatan terpisah.

Tim Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) PEP Jambi membawa peserta lebih dekat pada realitas lapangan. Mulai dari menjelaskan sistem tanggap darurat, prosedur penanganan kebocoran pipa, hingga klasifikasi kebakaran dijelaskan secara komprehensif. Pembekalan ini menjadi hal yang krusial, sebagai bagian dari upaya membangun kewaspadaan di tengah dinamika aktivitas masyarakat di sekitar wilayah kerja.

Selanjutnya, personel Damkar Kabupaten Batang Hari Ridwansyah menguatkan materi mengenai langkah pencegahan dan penanggulangan kebakaran. Ridwansyah mengulas berbagai potensi pemicu kebakaran mulai dari kebocoran tabung gas, pembakaran sampah, penumpukan bahan rentan terbakar, hingga praktik penggunaan peralatan listrik yang tidak sesuai standar. 

Ia juga menekankan pentingnya mengetahui tanda-tanda awal terjadinya kebakaran untuk mengambil langkah cepat yang dapat dilakukan sebelum situasi berkembang menjadi lebih besar. “Banyak kejadian yang bermula dari aktivitas sehari-hari yang sering diabaikan, maka dari itu kita perlu lebih peka terhadap keadaan. Ketika muncul tanda bahaya, sebaiknya lakukan penanganan awal dan segera meminta bantuan agar api tidak berkobar lebih besar,” ungkap Ridwansyah. 

Camat Bajubang Dahlan Suntana, menilai langkah ini sebagai bentuk nyata kehadiran perusahaan di tengah masyarakat. Ia berharap pembekalan yang diberikan tidak berhenti di ruang pelatihan, tetapi menjadi kesadaran kolektif yang hidup di lingkungan warga.

“Kami sangat mengapresiasi langkah PEP Jambi yang telah menghadirkan edukasi yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Kegiatan ini sangat bermanfaat karena memberikan pemahaman sekaligus keterampilan praktis yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Harapannya, masyarakat semakin siap dan sigap dalam mencegah maupun menghadapi potensi kebakaran,” ujar Dahlan.

Dalam simulasi yang dipandu tim Damkar, peserta juga mendapatkan pengalaman dan pembelajaran baru melalui praktik simulasi cara memadamkan api menggunakan APAR dan menggunakan kain basah. Melalui kegiatan ini tidak hanya sekadar belajar, namun juga menyadari bahwa keterampilan ini bisa menjadi penentu keselamatan. 

 

Copyright © Free Joomla! 4 templates / Design by Galusso Themes