Kota Jambi - Kedatangan kotak peti jenazah, Nur Alimantun Citra Lestari, salah seorang korban kecelakaan kereta api yang tiba dirumah duka di Rt.13 kelurahan Sungai Asam, Kecamatan Pasar Kota Jambi, disambut tangis keluarga, kerabat maupun teman sekolah korban.
Apalagi saat peti jenazah dibuka, ibu korban Suharni, terlihat menangis pilu melihat korban gadis berusia 19 tahun anak bungsu dari tiga bersaudara tersebut bahkan sang ibu nyaris pingsan tak kuasa menahan sedih.
Ruslan, ayah korban menyatakan, tidak menyangka kejadian kecelakaan kereta api yang dilihat melalui televisi, Senin malam terdapat anaknya, pasalnya kabar duka baru diterima, Selasa sore, dari abang korban yang tinggal serumah dengan korban dikawasan Bekasi, membuat sang ayah shock.
Sehari hari korban yang kuliah mendapat beasiswa ini berangkat pergi maupun pulang dari rumah ke kampus Sekolah Tinggi Manajemen Asuransi (STMA) Trisakti, semester empat ini menggunakan kereta api.
"Sebagai orang tua terkejutlah mendapat kabar itu, anak kami pergi kesana ke Jakarta kuliah untuk masa depannya tapi kejadianya seperti ini, dia tinggal dirumah abangnya, sehari hari naik motor dulu sampai diterminal baru nyambung naik kereta sampai ke kampus", kisah Ruslan.
Mendengar duka yang dialami warganya, selain mengutus Lurah, Camat Kecamatan Pasar, Wali Kota Jambi, Maulana, juga langsung mendatangi rumah korban untuk bertakziah, menyampaikan duka cita yang mendalam atas musibah tersebut.
“Kami sangat berduka. Almarhumah sedang menuntut ilmu, namun musibah ini terjadi. Kami hadir sebagai bentuk kepedulian dan turut merasakan kesedihan keluarga,” ujar Maulana.
Selain memberikan dukungan moril, Wali Kota Jambi juga memastikan hak-hak korban terpenuhi, termasuk santunan dari pihak terkait seperti Jasa Raharja.
Maulana, langsung menyerahkan santunan senilai Rp. 50.000.000,- yang diperoleh dari PT. Jasa Raharja Wilayah Jambi dan Santunan Meninggal Dunia Kereta Api sebesar Rp. 40.000.000,- dari pihak Jasa Raharja Putera kepada ahli waris korban.
“Kehadiran kami pemerintah juga untuk memastikan proses penyaluran santunan berjalan dengan baik,” ucapnya.
Selepas sholat Dzuhur, diantar orang tua, keluarga, kerabat maupun teman korban, jenazah korban diantar ke pemakaman umum Talang Jauh guna dikebumikan.