Diza Hazra Satukan Berbagai Generasi Wujudkan Kota Jambi BAHAGIA

Kota Jambi - Diza Hazra Aljosha, merupakan calon Wakil Walikota Jambi berpasangan dengan calon Walikota Jambi, Maulana, menampilkan kapasitas luar biasanya mewujudkan Kota Jambi BAHAGIA.

Diza Hazra yang juga Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Provinsi Jambi ini, menggelar Diza Connect, menghubungkan berbagai kalangan, mulai dari pengusaha muda, pemerintah daerah, hingga masyarakat umum dalam rangka mewujudkan cita-cita besar untuk menjadikan Kota Jambi sebagai kota yang bahagia dan berdaya saing.

Acara Diza Connect yang bertemakan "Kota Jambi Bahagia" menjadi bukti nyata bahwa Diza Hazra Aljosha bukan hanya seorang pemimpin organisasi, tetapi juga seorang pengusaha muda yang memiliki kepedulian mendalam terhadap masa depan daerahnya. Dengan konsep yang segar dan inovatif, Diza Connect berhasil menghadirkan diskusi yang kaya akan ide-ide baru, membangun semangat kolaborasi, dan memberikan solusi nyata untuk menciptakan kondisi yang lebih baik bagi masyarakat Jambi.

“Dalam dunia usaha, kita tidak hanya bersaing, tetapi juga berkolaborasi untuk menciptakan ekosistem yang saling mendukung. Diza Connect adalah wadah untuk saling berbagi pengetahuan, memperluas jaringan, dan merancang masa depan Jambi yang lebih sejahtera,” ujar Diza 

Sebagai ketua HIPMI Jambi, Diza tidak hanya membawa semangat kewirausahaan, tetapi juga berhasil menyatukan berbagai elemen masyarakat yang selama ini terpisah dalam aktivitas mereka masing-masing. Dalam Diza Connect, hadir berbagai pihak, termasuk pengusaha muda yang baru memulai usaha, pejabat pemerintah, sejarawan, dan masyarakat umum yang memiliki ketertarikan terhadap perkembangan ekonomi daerah. Melalui acara ini, Diza mengajak semua pihak untuk menyatukan visi dan komitmen menciptakan sebuah kota yang tidak hanya berkembang secara ekonomi, tetapi juga menciptakan kebahagiaan dan kesejahteraan bagi seluruh warganya.

Salah satu hal yang membedakan Diza Connect dengan acara serupa lainnya adalah fokus Diza pada kolaborasi lintas sektor. Dalam setiap sesi diskusi, terlihat jelas betapa Diza mendorong pentingnya sinergi antara pengusaha, pemerintah, dan masyarakat untuk menciptakan perubahan yang berkelanjutan. “Kami ingin mengubah cara berpikir orang tentang usaha dan bisnis. Kewirausahaan bukan sekedar keuntungan, tapi juga memberi dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan sekitar,” tambahnya.

Melalui program ini, Diza juga mengajak para pengusaha muda untuk lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan digitalisasi, yang kini menjadi faktor kunci dalam menggerakkan roda perekonomian. Dalam sesi khusus mengenai ekonomi digital, Diza menekankan pentingnya pengusaha muda untuk memanfaatkan teknologi sebagai alat untuk memperluas pasar dan meningkatkan efisiensi bisnis.

Namun, inti dari acara ini bukan hanya sekedar tentang dunia bisnis semata. Diza Hazra Aljosha juga menyoroti pentingnya pembangunan sumber daya manusia (SDM) di Jambi. Dengan mempertemukan berbagai kalangan dalam forum inklusif, Diza berharap dapat menciptakan ekosistem yang tidak hanya mendukung kesuksesan pengusaha, tetapi juga mendorong terwujudnya masyarakat yang bahagia dan sejahtera melalui lapangan kerja yang lebih luas, pendidikan yang berkualitas, serta peningkatan fasilitas umum.

“Dengan menciptakan kolaborasi yang kuat antara pengusaha muda, pemerintah, dan masyarakat, kami yakin Jambi bisa menjadi kota yang lebih maju, lebih inklusif, dan tentu saja lebih bahagia,” ungkap Diza.

Melalui Diza Connect, Diza Hazra Aljosha tidak hanya berhasil menciptakan platform komunikasi yang efektif antara berbagai pihak, tetapi juga memupuk rasa kebersamaan yang diperlukan untuk membangun Jambi yang lebih baik. Kepemimpinannya yang inklusif dan visioner menjadikan acara ini lebih dari sekedar pertemuan bisnis, melainkan sebagai langkah nyata menuju terciptanya sebuah kota yang penuh kebahagiaan, kesejahteraan, dan kesempatan bagi semua.

Dengan semangat kebersamaan dan inovasi yang terus mengalir, Diza Hazra Aljosha membuktikan bahwa generasi milenial memiliki peran penting dalam mewujudkan perubahan positif, tidak hanya dalam dunia usaha, tetapi juga dalam kehidupan sosial dan ekonomi sebuah kota. Diza Connect menjadi titik awal bagi Jambi untuk mengembangkan potensi terbaiknya dan mencapai masa depan yang lebih cerah.

 

Hadiri Kampanye Akbar Maula-Diza Di Kota Baru

Kota Jambi – Jangan lewatkan kampanye akbar pasangan calon Wakil Wali Kota (Cawako) Jambi, Maulana-Diza, yang akan berlangsung Jumat 22 November 2024 siang mendatang.

Acara yang digelar di alun-alun GOR Kotabaru, Jambi tersebut tidak hanya menjadi ajang pemaparan visi-misi calon pasangan, namun juga diramaikan dengan berbagai hiburan yang menghibur ribuan warga dan pendukung yang hadir.

Nantinya, masyarakat akan disuguhkan penampilan grup musik lokal, Dfresh Bangorde, yang membawa semangat dan keceriaan dengan lagu-lagu khas mereka.

Tak hanya itu, kampanye kali ini juga menghadirkan dua bintang tamu ternama, yakni band D'Massiv dan penyanyi religi Opick.

Penampilan kedua musisi tersebut akan semakin menambah semangat warga yang hadir, serta menambah keseruan suasana kampanye.

Maulana menyampaikan komitmennya untuk membawa perubahan positif di Kota Jambi, melalui program-program unggulan yang fokus pada kesejahteraan masyarakat dan peningkatan infrastruktur kota.

 “Kami ingin Kota Jambi menjadi kota yang lebih maju dan lebih sejahtera hingga bahagia untuk semua lapisan masyarakat,” tegas Maulana.

Sementara itu, pasangannya, Diza, menambahkan bahwa dengan dukungan seluruh warga Kota Jambi, mereka optimis bisa membawa Kota Jambi menuju masa depan yang bahagia.

“Kita bekerja bersama untuk Kota Jambi yang lebih maju, lebih ramah, dan lebih inklusif,” ujar Diza.

Acara ini juga menjadi ajang silaturahmi bagi masyarakat Kota Jambi, yang datang dari berbagai penjuru kota untuk menyuarakan dukungannya.

Selain musik, berbagai nantinya akan ada stand yang menyajikan makanan khas Jambi juga hadir, menambah kemeriahan acara tersebut.

 D'Massiv sendiri bakal menghibur dengan lagu-lagu hits mereka seperti ,"Cinta Ini Membunuhku", dan "Menanti Sebuah Jawaban", sementara Opick menutup dengan lagu-lagu religi yang menggugah, untuk mengajak seluruh hadirin untuk lebih mendekatkan diri kepada Tuhan.

Kampanye akbar ini tidak hanya menjadi sarana untuk memperkenalkan program kerja Maulana-Diza, namun juga sebagai bentuk komitmen mereka untuk terus melibatkan masyarakat dalam setiap langkah pembangunan kota.

 Dengan hiburan yang meriah dan pesan-pesan positif, kampanye ini diharapkan berhasil menciptakan semangat baru di kalangan warga Kota Jambi.

Maulana - Diza Siap Tempur Menangkan Pilwako Jambi

Kota Jambi - Jelang sepekan lagi pelaksanaan pencoblosan pemilihan calon Walikota Jambi dan Wakil Walikota Jambi, kandidat nomor satu, Maulana - Diza menyatakan sudah siap tempur memenangkan pilwako Jambi, 27 November mendatang.

Pasangan nomor urut 01 ini optimis menang di Pilwako Jambi dengan meyakini banyaknya dukungan para relawan.

Karena dukungan bagi pasangan Maulana-Diza, kebahagiaan ini terus mengalir di detik-detik penyelenggaraan pencoblosan.

Pasangan ini terus mendapatkan dukungan dari berbagai tokoh masyarakat, tokoh politik, agama, maupun dibidang pendidikan dan lain sebagainya.

Keyakinan para relawan melabuhkan dukungan kepada pasangan Maulana-Diza ini dikarenakan program-program mereka yang pro dengan rakyat dan fokus pada kesejahteraan masyarakat kota Jambi.

Ditambah jargon pasangan Maulana-Diza ini yakni “Mewujudkan Kota Jambi Bahagia”. Slogan tersebut terus menggema dikalangan para lawan.

Dengan memilki visi misi maupun program yang nyata, pasangan ini menjadi salah satu pasangan yang di idam-idamkan warga Kota Jambi untuk memimpin Kota Jambi menuju Kota Jambi.

Sosok Maulana-Diza adalah pemimpin visioner yang paten dan mumpuni untuk memimpin kota Jambi.

Ayo, warga kota Jambi untuk memilih pasangan bahagia Maulana-Diza sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Jambi periode 2024-2029 dengan cara mencoblos pasangan nomor urut 01 di TPS yang sud ah disiapkan.

Bawaslu Kota Jambi Didesak Ungkap Dugaan Pelanggaran TIM 02 Har-Guntur

Kota Jambi - Puluhan massa berbagai elemen kesatuan aksi yang tergabung dalam Forum Masyarakat Peduli Pilkada Bersih, Senin (18/11/2024) berunjuk rasa didepan kantor Bawaslu Kota Jambi dikawasan Sungai Kambang, Telanaipura.

Dalam orasinya, massa mendesak Bawaslu Kota Jambi memproses laporan Tim Pemenangan 01 Mualana-Diza terkait pelanggaran yang dilakukan tim 02 Har-Guntur diduga bagi-bagi beras disalah satu rumah ibadah dikawasan Arizona.

“Usut tuntas laporan dugaan bagi-bagi beras disalah satu rumah ibadah, Bawaslu Kota Jambi harus transparan mengungkap kasus pelanggaran tersebut”, ujar Raden Syahiran Syam.

Bawaslu Kota Jambi harus memproses laporan yang disampaikan, jangan main mata, proses dengan transparan dan adil.

Beberapa saat berorasi, mimbar bebas didepan pintu kantor Bawaslu Kota Jambi, sejumlah perwakilan aksi diijinkan melakukan pertemuan dengan anggota Bawaslu Kota Jambi.

Pelaksanan aksi unjuk rasa yang dikawal ketat puluhan personel Polresta Jambi ini berlangsu ng aman.

Maulana-Diza Adalah Jawaban, Har-Guntur Sebuah Resiko

*Hasil Panggung Debat Terakhir: Mengapa Maulana-Diza Adalah Jawaban, dan HAR-Guntur Sebuah Risiko*

 

*Oleh: Dedi Saputra*

 

Di bawah sorot lampu debat terakhir, pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Jambi, Maulana-Diza, hadir dengan aura seorang pemimpin modern yang penuh visi, membawa harapan konkret untuk masa depan kota. Seperti pungguk merindukan bulan, demikianlah gambaran nyata bagi pasangan H. Abdul Rahman (HAR) dan Muhammad Guntur yang tampak tenggelam dalam retorika kosong dan sikap yang memudar. Di antara dua wajah yang tampil di atas panggung ini, terlihat jelas mana pasangan yang menyentuh denyut nadi Kota Jambi dan mana yang hanya bermain bayang-bayang.

Maulana-Diza tidak hanya datang dengan gagasan, namun dengan cetak biru yang meyakinkan. Setiap kata yang mereka ucapkan mengalir dengan keteraturan yang mencerminkan pemahaman mendalam tentang apa yang kota ini butuhkan. Gagasan mereka bukan sekadar janji, melainkan narasi masa depan yang didasarkan pada pemahaman mendalam tentang struktur sosial dan ekonomi kota, serta dinamika kehidupan di balik puncak bukit-bukit kota Jambi. Mereka berbicara tidak hanya dengan data, tetapi dengan rasa, rasa peduli yang tulus dan niat untuk mengantarkan kota ini menuju era keemasan yang baru.

Sementara itu, HAR-Guntur berdiri di sana, gagap menghadapi kompleksitas pertanyaan, seolah-olah mereka hanya melihat kota ini dari kegelapan tanpa memahami substansi permasalahan yang ada. Penampilan mereka memancarkan sinyal untuk menggali hal-hal yang hakiki. Gestur tubuh yang tidak meyakinkan, kalimat yang kaku, dan retorika yang membosankan semakin menegaskan bahwa mereka berada di panggung ini tanpa pijakan yang kokoh. Apalagi, gestur politik yang kerap meleset dalam perdebatan membangun tembok di antara mereka dan masyarakat semakin Kota Jambi yang cerdas, yang telah lelah dengan pemimpin yang menawarkan kertas kosong tanpa makna.

Sejatinya, kepemimpinan adalah tentang kemampuan membaca, memahami, dan menanggapi kebutuhan rakyat, bukan sekadar panggung tempat memamerkan keangkuhan yang kosong. Di sisi lain, Maulana-Diza menampilkan dirinya sebagai pemimpin yang mampu menyeimbangkan dinamika zaman, memahami tuntutan zaman digital, dan berpikir jauh ke depan. Wajah-wajah mereka adalah wajah masa depan Kota Jambi yang Bahagia, penuh inovasi, dan membawa optimisme. Dengan pemikiran yang matang dan komunikasi yang kuat, mereka telah membuktikan bahwa mereka tidak hanya siap memimpin tetapi juga siap merangkul masyarakat dan mengajak seluruh lapisan untuk bergerak bersama dalam membangun kota ini.

HAR-Guntur, sebaliknya, seperti tersesat di antara pusaran kata-kata, tanpa ide-ide yang segar dan tanpa semangat yang memercikkan antusiasme. Dalam situasi seperti ini, warga Kota Jambi perlu mempertimbangkan dengan cermat masa depan kota Jambi ini. Memilih pemimpin bukan sekedar memilih siapa yang bisa duduk di kursi kekuasaan, namun memilih siapa yang bisa membawa perubahan nyata. Memilih HAR-Guntur, dengan segala keterbatasan dan kekosongan wacana yang mereka tunjukkan, adalah memilih jalan yang penuh risiko bagi masa depan kota Jambi.

Di bawah payung demokrasi yang seharusnya bijaksana, masyarakat Kota Jambi dituntut untuk bijak dan cerdas dalam menentukan pilihan. Melalui panggung debat terakhir yang begitu tajam ini, telah terungkap dengan jelas pasangan mana yang berkompeten, visioner, dan penuh dedikasi. Maulana-Diza adalah pilihan yang membawa harapan, mereka hadir bukan sebagai penguasa, tetapi sebagai pelayan yang siap bekerja untuk masyarakat. Dalam keberanian mereka, ada janji masa depan yang penuh cahaya untuk Kota Jambi yang kita cintai.

*Mari kita bersama menjaga masa depan Kota Jambi, memilih dengan hati dan pikiran yang jernih. Jangan biarkan kota ini disandera oleh ketidaktahuan dan retorika yang hampa. Masa depan kota Jambi adalah milik kita semua, dan memilih Maulana-Diza adalah memilih harapan, memilih kepastian, dan memilih masa depan yang lebih baik*.

 

 

Tim Pemenangan Maulan-Diza Laporkan Kecurangan Paslon 02

Kota Jambi - Robert Samosir, salah seorang Tim Pemenangan pasangan calon (paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Jambi, Maulana-Diza, Senin (11/11/2024) melaporkan dugaan pelanggaran kampanye ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Jambi.

Robert, menyatakan ada tiga pelanggaran kejadian yang dilakukan Tim Paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Jambi nomor urut 2 yang dilakukan dalam acara kampanye tersebut. Pertama, kegiatan ini tidak memiliki Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP) dari Polresta Jambi, meskipun dihadiri lebih dari 200 orang.

“Hari ini kami melaporkan adanya kejadian yang dilakukan tim pemenangan calon Walikota dan Wakil Walikota nomor urut 02, ditempat peribadatan sungai sawang ada pengumpulan massa, mereka tidak memiliki izin dari Polresta, tapi massa mencapai ratusan,” ujar Robert.

Robert menjelaskan, dalam peraturan kampanye, Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP) dari kepolisian merupakan salah satu syarat yang wajib dipenuhi setiap paslon sebelum melakukan kampanye, terutama yang melibatkan kepadatan massa. Hal ini diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum. Berdasarkan Pasal 280 Ayat (1) huruf a, kampanye harus sesuai ketentuan izin atau pemberitahuan dari kepolisian setempat.

“Secara pidana, jika melibatkan kemacetan besar tanpa izin yang mengganggu kenyamanan, paslon dapat dijerat Pasal 510 UU Pemilu dengan ancaman pidana penjara maksimal 1 tahun atau denda paling banyak Rp12 juta,”ujar Robert.

Pelanggaran kedua, menurut Robert, adalah penggunaan tempat ibadah sebagai lokasi kampanye. Klenteng, sebagai tempat ibadah, tidak seharusnya digunakan untuk kegiatan politik.

Menurut Robert, penggunaan tempat ibadah sebagai lokasi kampanye merupakan pelanggaran serius dalam aturan pemilu. Pasal 280 Ayat (1) huruf h UU Nomor 7 Tahun 2017 melarang penggunaan fasilitas pendidikan, tempat ibadah, dan fasilitas pemerintah untuk kegiatan kampanye politik. Klenteng, sebagai tempat ibadah, masuk dalam kategori tempat yang dilindungi dari kegiatan politik demi menjaga netralitas dan menghormati tempat ibadah.

“Secara pidana, mereka yang ketentuannya dapat dijerat Pasal 521 UU Pemilu dengan ancaman pidana penjara maksimal 2 tahun atau denda paling banyak Rp24 juta,” tegasnya.

Ketiga, menurut Robert, paslon 02 diduga membagikan beras 5 kilogram merek Blido kepada warga. Robert mengatakan Pembagian dilakukan dengan cara memanggil peserta satu per satu menggunakan kupon yang menyebutkan atribut paslon 02.

“Masyarakat dipanggil satu-satu dengan kupon bergambar paslon, ini jelas mempengaruhi pilihan dan merusak demokrasi,” tambah Robert.

Praktik Pembagian barang atau uang yang disertai dengan atribut paslon atau simbol-simbol tertentu merupakan indikasi dari politik uang (pembelian suara). Tindakan ini diatur secara ketat dalam Pasal 523 Ayat (2) UU Nomor 7 Tahun 2017 yang melarang memberikan ketidakseimbangan atau menjanjikan barang atau uang dalam bentuk apa pun untuk mempengaruhi pemilih.

Jika terbukti, pelanggaran ini dapat berakibat pada sanksi pidana yang serius. Paslon yang terlibat dapat diancam dengan pidana penjara paling lama 3 tahun dan denda paling banyak Rp36 juta. Selain itu, Bawaslu memiliki izin untuk merekomendasikan diskualifikasi bagi paslon yang terbukti melakukan politik uang, "kata Robert.

Robert menegaskan, Bawaslu harus memproses dugaan ini dengan tegas dan profesional demi menjaga kualitas demokrasi di Kota Jambi. Ia mengingatkan, politik seharusnya tidak dijadikan alat untuk membodohi masyarakat.

Sinta Febria Ningsih, Kordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Pemilu Bawaslu Kota Jambi, menyatakan akan segera melakukan penelitian terhadap laporan Robert Samosir.

“Bawaslu bersama tim Gakkum akan melakukan penelitian laporan dugaan pelanggaran Tim Paslon 02 yang dilaporkan Robert Samosir,” terang Sinta.

 

Copyright © Free Joomla! 4 templates / Design by Galusso Themes