Diapresiasi Wamendukbangga Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, SSK Diharapkan Ada Ditiap Sekolah

Kota Jambi - Mewakili Wali Kota Jambi dokter Maulana, Staf Ahli Wali Kota Bidang Kemasyarakatan dan SDM Moncar Widaryanto menghadiri sekaligus membuka kegiatan Dialog Interaktif bertajuk “Melalui Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) Kita Wujudkan Generasi Tangguh untuk Kota Jambi Bahagia Menuju Indonesia Emas 2045” yang menghadirkan Wakil Menteri (Wamen) BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka sebagai Narsumber utama, pada Kamis siang (21/8/2025), di Aula SMP Negeri 6 Kota Jambi.

Dialog Interaktif yang diikuti oleh puluhan siswa dari SMP N 6 itu turut dihadiri, Inspektur Utama Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Ucok Abdulrauf Damenta, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Jambi Johansyah, Asisten Administrasi Umum Setda Kota Jambi M Jaelani, Kepala Perangkat Daerah dilingkungan Pemerintah Provinsi dan Kota Jambi, serta jajaran Tenaga Pendidik SMP N 6 Kota Jambi.

Sebagaimana diketahui, Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) adalah model sekolah yang mengintegrasikan pendidikan kependudukan, keluarga berencana, dan pembangunan keluarga ke dalam kurikulum dan kegiatan belajar mengajar. Dengan tujuann untuk membekali siswa dengan pengetahuan dan kesadaran tentang isu-isu kependudukan, sehingga dapat menjadi generasi yang lebih siap menghadapi tantangan masa depan.

SSK tidak hanya melalui mata pelajaran, tetapi juga melalui kegiatan ekstrakurikuler, seperti pojok kependudukan, lomba, dan kegiatan kreatif lainnya. Yang saat ini telah diterapkan di SMP Negeri 6 Kota Jambi.

Dalam dialog yang berlangsung interaktif tersebut, Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Wamendukbangga), Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, menegaskan pentingnya komunikasi yang sehat antara remaja dengan orang tua sebagai benteng utama dalam menghadapi berbagai tantangan generasi muda saat ini.

“Komunikasi bukan hanya tanggung jawab remaja, melainkan juga para orang tua yang perlu mendapatkan pendidikan tentang bagaimana cara mendampingi anak di masa peralihan menuju Dewasa. Jika komunikasi antara orang tua dan remaja terjalin dengan baik, maka banyak masalah bisa dicegah. Tidak hanya remaja yang perlu belajar, orang tua pun harus memahami pentingnya pola komunikasi yang sehat agar anak tidak terjerumus pada hal-hal yang bisa merugikan masa depan mereka,” ucapnya.

“Remaja biasanya lebih mendengar teman sebaya. Tapi orang tua juga perlu paham bagaimana tantangan zaman sekarang, dari media sosial sampai game online. Semua itu perlu pengawasan dan komunikasi yang bijak,” tambahnya.

Dirinya juga menyoroti persoalan pernikahan dini yang saat ini sering terjadi dilingkungan masyarakat. Menurutnya, selain tidak diperbolehkan oleh undang-undang, tubuh remaja, khususnya perempuan, secara biologis belum siap untuk hamil dan melahirkan. Hal ini berisiko tinggi bagi kesehatan ibu maupun bayi yang harus diketahui oleh remaja .

“Remaja harus tahu, tubuh mereka belum siap untuk mengandung. Risiko komplikasi kehamilan hingga stunting sangat tinggi jika dilakukan pada usia dini. Maka, edukasi mengenai kesehatan reproduksi menjadi dasar penting agar mereka bisa menjalani kehidupan dengan lebih baik,” ujarnya.

Ratu Ayu juga mengaitkan upaya SSK ini dengan cita-cita besar bangsa Indonesia yaitu menuju Indonesia Emas 2045. Karena, pembangunan kualitas Sumber Daya Manusia harus dimulai dari remaja agar mampu menghindari bahaya narkoba, pergaulan bebas, dan dampak negatif media sosial maupun game online, serta kenakalan-kenakalan remaja lainnya.

Ratu Ayu juga mengaitkan upaya SSK ini dengan cita-cita besar bangsa Indonesia yaitu menuju Indonesia Emas 2045. Karena, pembangunan kualitas Sumber Daya Manusia harus dimulai dari remaja agar mampu menghindari bahaya narkoba, pergaulan bebas, dan dampak negatif media sosial maupun game online, serta kenakalan-kenakalan remaja lainnya.

“Program pemerintah sudah banyak disiapkan seperti Generasi Berencana (Genre), Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R), serta Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) yang harus dapat dioptimalkan, khususnya di Kota Jambi,” tuturnya.

Dikesempatan itu, Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Wamendukbangga), Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka juga mengapresiasi Pemerintah Kota Jambi, khususnya dalam bidang pendidikan, karena telah mengintegrasikan Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) kedalam kurikulum pembelajran, salah satunya di SMP N 6 ini.

Sebagai penutup rangkaian kedatangannya di SMP N 6 Kota Jambi, dikesempatan itu, Wakil Menteri (Wamen) BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka juga tampak meninjau Pojok Kependudukan yang ada pada sekolah tersebut.

 

 

 

 

Pengibaran Bendera Merah Putih Berlangsung Khidmat, “Paskibraka Tuntaskan Tugas dengan Sempurna”

Kota Jambi - Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2025 yang digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi di lapangan utama Grha Siginjai Kantor Wali Kota Jambi, Minggu pagi (17/08/2025) berlangsung khidmat dan sukses.

Bertindak selaku Inspektur Upacara Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M. Upacara tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A., jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Jambi, diantaranya hadir langsung Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Alfarelly, yang juga bertindak selaku pembaca Naskah Proklamasi, Kapolresta Jambi Kombes Pol Boy Sutan Binanga Siregar, S.I.K., M.H., Kepala Kejaksaan Negeri Jambi Dr. Abdi Reza Fachlewi Junus, S.H., M.H., Ketua Pengadilan Negeri Jambi H. Maslikan, S.H., M.H., serta unsur Forkopimda lainnya. Selain itu juga tampak Sekda Kota Jambi H. A. Ridwan, beserta jajaran pejabat dan ASN dilingkup Pemkot Jambi.

Rangkaian upacara di Balaikota Jambi dengan komandan upacara Kapten Inf Oslan Purba Danramil 415-08 Dim 0415/Jambi itu, diawali dengan penjemputan Duplikat Bendera Pusaka dari Griya Mayang Rumah Dinas Wali Kota Jambi. Dari Rumah Dinas tersebut, Duplikat Bendera Pusaka itu diserahkan oleh Staf Ahli Wali Kota Jambi Bidang Ekbang Obliyani, kepada pasukan penjemputan bendera yang selanjutnya dengan pengawalan ketat TNI/Polri dibawa menuju ke lapangan utama Kantor Wali Kota Jambi untuk di kibarkan.

Pengibaran bendera dilakukan oleh Paskibraka kota Jambi yang diawali dengan penyerahan Duplikat Bendera Pusaka oleh Wali Kota Jambi selaku Inspektur Upacara kepada petugas pembawa baki yakni Krisna Winata Sirait siswi SMAN 8 Kota Jambi didampingi Rameyza Elya Fadiyah siswi SMA N 4 Kota Jambi.

Duplikat Sang Saka Merah Putih berkibar dengan gagah di langit Balaikota Jambi, saat Pasukan Pengibar Bendera sukses menunaikan tugas mulianya. Bertindak sebagai pengibar adalah Radix Ridho Prabowo (SMA Negeri 2 Kota Jambi), dengan M. Zakwan Arkana (SMA Negeri 3 Kota Jambi) sebagai Komandan Kelompok, serta M. Nabil Ismail Rachmat (SMA Negeri 3 Kota Jambi) sebagai Penggerek Bendera.

Dengan diiringi lantunan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan penghormatan kebesaran kepada Sang Merah Putih, momen sakral tersebut berlangsung dalam suasana sukses dan penuh khidmat. Seluruh peserta upacara berdiri tegap dengan sikap sempurna, sementara para veteran yang hadir tampak larut dalam rasa haru dan bangga.

Usai mengikuti upacara, kepada awak media Wali Kota Maulana menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas terlaksananya rangkaian Upacara Pengibaran Bendera dalam rangka HUT RI ke-80 tingkat kota Jambi yang telah bejalan dengan khidmat dan lancar.

“Alhamdulillah, Pemkot Jambi beserta jajaran baru saja sukses melaksanakan upacara bendera peringatan ke-80 HUT RI yang ditandai dengan upacara bersama, dan pengibaran benderanya tadi, yang dilakukan dengan sempurna oleh anggota Paskibraka,” ujarnya.

Di momentum bersejarah kemerdekaan ini, Wali Kota Maulana, mengajak seluruh masyarakat untuk memaknai Hari Proklamasi sebagai semangat perjuangan bersama dalam meningkatkan kesejahteraan. Ia juga menekankan pentingnya mempererat persatuan dan kesatuan, karena hanya dengan gotong royong, pembangunan dapat berjalan dan memberikan manfaat bagi seluruh warga Kota Jambi.

“Mari kita jadikan Hari Proklamasi ini sebagai pengingat bahwa perjuangan tidak berhenti. Kini, perjuangan kita adalah bagaimana bersama-sama meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mempererat persatuan, dan membangun Kota Jambi yang lebih maju. Dengan semangat gotong royong, kita pasti bisa mewujudkannya,” ajaknya.

Untuk itu, Ia menegaskan komitmen Pemerintah Kota dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

“Pemerintah Kota Jambi konsisten dan berkomitmen untuk itu. Hal ini dibuktikan dengan jaminan kesehatan bagi seluruh masyarakat, perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan, hingga pelayanan gawat darurat 24 jam. Semua upaya tersebut kami lakukan demi memberikan rasa aman dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” lanjutnya.

“Tentunya tidak sampai disini, masih banyak yang akan kita perjuangkan. Maka kita butuh persatuan, kekompakan dan kolaborasi dalam mengisi kemerdekaan ini dengan karya nyata untuk kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

Wali Kota juga berpesan, agar semangat perjuangan senantiasa melekat dalam diri setiap masyarakat Indonesia, khususnya di Kota Jambi.

“Tentunya hal ini sejalan dengan tema kemerdekaan tahun ini, yaitu Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju, Kota Jambi Bahagia,” kata Maulana.

Ia juga menyampaikan rasa syukurnya karena rangkaian peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2025 di Kota Jambi berlangsung dalam suasana kondusif yang didukung antusiasme masyarakat.

“Hal ini dibuktikan dengan pelaksanaan berbagai event dan lomba yang berjalan sukses dan lancar. Tahun ini pelaksanaannya kami pusatkan di kawasan Tepian Kota, Pulau Pasir Aur Duri, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang dipusatkan di Kantor Wali Kota,” ungkapnya.

Maulana menambahkan, penyelenggaraan acara nantinya akan terus digilir ke berbagai lokasi lain di Kota Jambi, dengan tujuan mengangkat kawasan-kawasan ikonik kota.

“Selain disiapkan sebagai destinasi wisata, kawasan ini juga menjadi ruang pengembangan UMKM, memunculkan pusat-pusat ekonomi baru, sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” pungkas Wali Kota Jambi itu.

Usai mengikuti upacara, Wali Kota Jambi dokter Maulana bersama Wakil Wali Kota Diza beserta unsur Forkopimda, mengikuti prosesi Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia yang tersambung secara live streaming dari Istana Negara Jakarta. Rangkaian acara yang berlangsung di lobby Grha Siginjai itu ditutup dengan pemberian tali asih kepada para veteran Kota Jambi.

Turut hadir dalam upacara itu, Ketua TP PKK Kota Jambi Dr. dr. Hj. Nadiyah Maulana, Sp.OG., Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Jambi Marsha Lystia, S.E., B. Com., Ketua Bhayangkari Kota Jambi Ny. Fifi Boy siregar, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Jambi Sri Hartati Ridwan, unsur Instansi Vertikal, Camat dan Lurah se-kota Jambi, Tokoh Adat, Tokoh Agama, pimpinan organisasi massa/keagamaan kepemudaan, para Veteran, serta tamu undangan lainnya. 

Hadiri Perayaan Hari Nasional Singapura ke-60, Maulana Buktikan Diplomasi di Kancah Internasional

Kota Jambi - Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., menghadiri undangan kehormatan dari Pemerintah Republik Singapura dalam rangka perayaan Hari Nasional Singapura ke-60, yang berlangsung di Grand Ballroom Shangri-La Hotel Jakarta, Kamis (21/8/2025).

Kehadiran Wali Kota Jambi dalam acara itu disambut hangat oleh Duta Besar Republik Singapura untuk Indonesia, Kwok Fook Seng, bersama Perwakilan Tetap Singapura untuk ASEAN, Gerard Ho. Kehadiran Wali Kota Jambi dokter Maulana menjadi bukti bahwa diplomasi Kota Jambi semakin mendapat tempat di kancah internasional.

Acara tersebut turut mempertemukan para Duta Besar negara sahabat, Pejabat Tinggi Negara, tokoh ASEAN, hingga kalangan dunia usaha.

Perayaan bertajuk SG60 ini bukan hanya menjadi ajang peringatan enam dekade berdirinya Republik Singapura, tetapi juga momentum memperkuat jejaring kerja sama dengan Indonesia, khususnya dalam sektor investasi, perdagangan, pendidikan, serta pembangunan kota cerdas dan berkelanjutan.

Bagi Kota Jambi, undangan ini menjadi simbol pengakuan dan prestise internasional yang semakin memperkuat citra daerah sebagai bagian dari dinamika pembangunan global.

“Saya merasa terhormat mendapat undangan untuk menghadiri perayaan Hari Nasional Singapura ke-60. Ini bukan hanya bentuk silaturahmi antarbangsa, tetapi juga peluang strategis untuk memperkuat kerja sama, khususnya dalam bidang investasi, pendidikan, perdagangan, budaya dan pariwisata. Kota Jambi siap menjadi bagian dari jejaring kolaborasi internasional demi kemajuan bersama.” ujar Wali Kota Jambi Maulana.

Lebih lanjut, Wali Kota Maulana menegaskan, bahwa diplomasi daerah tidak hanya sebatas menghadiri undangan seremonial, namun harus dimaknai sebagai peluang untuk memperkenalkan potensi Kota Jambi kepada dunia.

Ia menambahkan, jejaring internasional yang terjalin akan memberikan dampak positif karena membuka akses lebih luas untuk membangun berbagai kerja sama strategis, termasuk dalam hal pencarian sumber pendanaan pembangunan. Hal ini, menurutnya, menjadi salah satu solusi penting di tengah keterbatasan anggaran daerah.

“Itulah sebabnya kolaborasi seperti ini harus terus kita bangun. Pertemuan dengan negara-negara luar, terlebih lagi dengan negara-negara donor, sangat dibutuhkan agar kita bisa memperkuat dukungan bagi pembangunan Kota Jambi di berbagai sektor,” pungkas Wali Kota Maulana.

Dalam acara itu, Wali Kota Maulana juga berkesempatan mempromosikan Kota Jambi dengan menyerahkan cinderamata khas Kota Jambi kepada Dubes Singapura untuk Indonesia, Kwok Fook Seng. Acara yang penuh dengan keakraban itu ditutup dengan jamuan silaturahmi dan foto bersama.

Kehadiran Pemerintah Kota Jambi dalam forum tersebut sekaligus meneguhkan komitmen untuk memperluas jejaring kerja sama, memperkuat diplomasi daerah, serta membuka akses peluang kolaborasi yang mampu memberikan dampak positif bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kota Jambi.

 

 

Wali Kota Maulana dan Wamen BKKBN Sinergitas Cegah Stunting

Kota Jambi - Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M, bersama Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A., serta Ketua TP PKK Kota Jambi Dr. dr. Hj. Nadiyah Maulana, Sp.OG., mendampingi Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Wakil Kepala BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, dalam kunjungan kerjanya ke Kota Jambi, Rabu siang (20/8/2025). Selain itu turut hadir dalam giat itu Plt. Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Jambi, M. Jaelani.

Dalam kunjungan kerjanya di Kota Jambi, Wakil Kepala BKKBN RI beserta rombongan menaruh perhatian khusus pada kelompok anak balita, ibu menyusui, dan ibu hamil. Fokus ini menjadi langkah krusial dalam mendukung strategi nasional percepatan penurunan stunting di Indonesia, guna meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045.

Dalam rangkaian tinjauannya, Wamen Ratu Ayu menyambangi kediaman Ibu Oktavia, seorang ibu hamil warga RT 06 Kelurahan Beliung, Kecamatan Alam Barajo, yang didiagnosa mengalami Kurang Energi Kronis (KEK). Selain itu, ia juga mengunjungi Ibu Lusiana, ibu hamil warga RT 28 Kelurahan Rawasari, Kecamatan Alam Barajo. Tidak hanya itu, Wamen turut meninjau secara langsung proses pelayanan imunisasi di UPTD Puskesmas Rawasari. Pada kesempatan tersebut, ia juga menyerahkan bantuan berupa paket makanan beroperasi gizi secara simbolis kepada tiga orang ibu hamil, sebagai bentuk dukungan nyata dalam pemenuhan gizi keluarga.

Dikesempatan itu tampak turut mendampingi, Wakil Gubernur Jambi H. Abdullah Sani, Inspektur Utama Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Ucok Abdulrauf Damenta, Ketua TP PKK Provinsi Jambi Hj. Hesnidar Haris, serta Kepala Perangkat Daerah terkait dilingkungan Pemerintah Provinsi dan Kota Jambi.

Usai melakukan tinjaunnya, kepada awak media, Wakil Kepala BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka menjelaskan bahwa kunjungan ini merupakan wujud nyata untuk mengimplementasikan Asta Cita Presiden. Terkait bagaimana melihat langsung evaluasi program pemerintah di masyarakat sekaligus memastikan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

“Presiden menaruh perhatian besar pada masa 1.000 hari pertama kehidupan. Program prioritas seperti Sekolah Rakyat, Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga cek kesehatan gratis, semua diarahkan untuk memastikan generasi Indonesia tumbuh sehat dan kuat,” jelasnya.

Wakil Kepala BKKBN juga mengatakan bahwa pemberian Makanan Bergizi Gratis (MBG) adalah langkah strategis untuk memutus rantai stunting, terutama pada 1000 hari pertama kehidupan dan bagi ibu hamil.

“Kehidupan awal manusia dimulai sejak masa kehamilan. Maka melalui program MBG ini adalah kepedulian Presiden terhadap gizi ibu hamil, serta bentuk nyata komitmen dalam membangun generasi unggul Indonesia,” katanya.

Dikesempatan itu, dirinya juga mengingatkan peran penting suami untuk mendukung istri selama masa kehamilan, dengan menjaga kesehatan, serta anjuran memastikan mengkonsumsi makanan bergizi.

“Seorang suami harus siap menjadi ayah siaga. Dukungan keluarga, terutama dari suami, sangat penting agar ibu hamil tetap sehat, persalinan lancar, serta bayi nantinya bisa tumbuh optimal,” ucapnya.

Ratu juga tekankan pentingnya pemberian ASI eksklusif hingga bayi berusia dua tahun, dilanjutkan dengan pendampingan makanan bergizi (MPASI) sejak usia enam bulan. Karena, langkah ini menjadi bagian kunci dalam mencegah stunting sejak dini.

Dalam Kunkernya tersebut, Wamen juga tampak memberikan edukasi seputar Kesehatan Ibu Hamil, dalam upaya Pencegahan Stunting Melalui Pemenuhan Gizi dalam rangka Pelaksanaan Program Genting (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting).

“Ini adalah program komplementer terhadap program prioritas Presiden yakni program MBG. Jadi bilamana belum tersentuh program MBG kami lakukan melalui program Genting ini,” jelasnya.

Dirinya berharap, melalaui kolaborasi dari seluruh program baik itu di daerah dan pusat, angka prevalensi stunting Provinsi Jambi yang saat ini berada diangka 19,8 persen bisa terus turun.

“Kita akan terus targetkan untuk turun, dan mudah-mudahan dengan turunnya angka Prevalensi stunting bisa turut meningkatkan kualitas SDM di Indonesia. Karena bagaimanapun, kalau kita ingin menyukseskan Indonesia Emas harus dimulai dari unit terkecil yaitu keluarga,” tutup Wamen Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka.

Sementara itu, usai melakukan pendampingan tersebut, Wali Kota Maulana dalam keterangannya, menuturkan bahwa telah menyampaikan sejumlah program inovatif Pemerintah Kota Jambi kepada Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Wakil Kepala BKKBN, terutama dalam konteks pencegahan stunting.

“Alhamdullillah, melalui program-program tersebut sangat berdampak pada angka stunting kota Jambi, yang pada tahun 2023 lalu diangka 13,5 persen, sementara di tahun 2024 diangka 10,5 persen,” ujarnya.

Wali Kota optimis dengan program-program yang menyentuh langsung kepada masyarakat, seperti kepada anak balita, ibu hamil dan ibu menyusui dapat terus menekan angka stunting di Kota Jambi yang targetnya diangka 8 persen.

“Ini adalah hal yang harus kita perjuangkan bersama, melalui program-program kolaboratif lainnya dilapangan. Seperti yang diterapkan di Kecamatan Alam Barajo ini melalui program Si Paling Demen. Dan masih banyak lagi inovasi diwilayah -wilayah lain yang secara keseluruhan akan membantu menekan percepatan angka stunting,” ucap Maulana.

Ia menambahkan, bahwa program penanganan stunting ini telah tersebar disemua perangkat daerah dan instansi vertikal dilingkup Kota Jambi. Seperti Dinas Kesehatan ada pemeriksaan ibu hamil, PDAM ada penambahan air bersih bagi warga berpenghasilan rendah, Dinas Perkim ada Bedah Rumah dan Dinas Lingkungan Hidup tentang pengolahan sampah.

“Secara keseluruhan program ini tujuannya sama untuk menjaga kesejahteraan masyarakat sehingga menghasilkan penurunan stunting yang kerjanya lintas OPD dan stakeholder terkait,” tutup Wali Kota Jambi itu. 

 

Best Practice Kota Jambi di Forum Gubernur dan Bupati Wali Kota se-ASEAN

Kota Jambi - Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., menjadi pembicara pada forum Asean Governors Mayors Forum (AGMF) yang berlangsung di kota Kuala Lumpur, Malaysia 12-14 Agustus 2025.

AGMF merupakan wadah bagi para Gubernur dan Wali Kota, untuk memperkuat kolaborasi dalam pembangunan perkotaan berkelanjutan mencakup advokasi, peningkatan kapasitas, riset serta pertukaran pengetahuan dan praktik baik yang selaras dengan tujuan global seperti SDG’s, News Urban Agenda, Paris Agreement dan Sendai Framework.

Forum bergengsi ini diselenggarakan oleh Sekretariat AGMF yang dikelola United Cities and Local Governments Asia Pacific (UCLG ASPAC), bersama dengan ASEAN Sustainable Urbanisation Forum (ASUF) dan Meeting of Governors/Mayors of ASEAN Capitals (MGMAC).

Dengan mengusung tema “Kota dan Kawasan Masa Depan ASEAN: Inklusivitas dan Keberlanjutan”, Forum pertemuan Gubernur dan Wali Kota se-ASEAN ini, selain dihadiri Gubernur dan Wali Kota khususnya anggota United Cities and Local Governments Asia Pacific (UCLG ASPAC), turut pula hadir Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Republik Indonesia Bima Arya Sugiarto yang juga sekaligus menjadi pembicara kunci dalam forum tersebut.

AGMF 2025 diharapkan menjadi platform strategis kerja sama antar pimpinan daerah di kawasan ASEAN untuk memperkuat kolaborasi pembangunan perkotaan berkelanjutan.

Pada forum strategis itu, Wali Kota Jambi mendapat kehormatan menjadi pembicara di dua sesi. Pertama ; Special Session ASEAN Cities as Cultural Gateways: Harnessing Diversity for Regional Transformation. Pada sesi ini, Wali Kota Maulana mengangkat event “Tumpah Ruah” yang digelar Pemerintah Kota Jambi dengan melibatkan komunitas pemuda sebagai penggerak yang telah sukses besar dan memberi effect ekonomi yang luas kepada masyarakat.

“Kegiatan ini sebuah agenda yang bertujuan untuk menghidupkan kembali kawasan Kota Tua, Pasar, Jambi, sebagai denyut nadi perekonomian pada masanya. Melalui Festival Tumpah Ruah ini menjadi langkah awal Pemerintah Kota Jambi menghidupkan kembali kawasan tersebut dengan menggabungkan konsep tradisional dan modern, tanpa menghilangkan nilai-nilai sejarah didalamnya,” ujar Wali Kota Maulana dalam sesi presentasi forum AGMF, Rabu (13/8/2025).

“Alhamdulilah, kegiatan Tumpah Ruah tersebut sukses besar yang berdampak pada peningkatan kunjungan, serta memberikan effect ekonomi yang luas kepada masyarakat, khususnya pada sektor UMKM atau Ekonomi Kreatif,” lanjut Maulana dalam paparannya.

Sementara pada sesi kedua ; yaitu Learning and Knowledge Sharing, Wali Kota Jambi itu mengangkat best practice kota dengan pengelolaan sampah yang baik, manajemen sampah dengan memberdayakan masyarakat melalui program Kampung Bahagia. Wali Kota Maulana menekankan pentingnya kolaborasi multipihak dalam penanganan sampah yang komprehensif dari hulu ke hilir.

“Melalui program Kampung Bahagia, kami mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam mengelola sampah dengan sistem siklus tertutup. Sampah tidak lagi dibuang sembarangan ke TPS-TPS liar, tetapi dikumpulkan secara terpadu berbasis komunitas, lalu dipilah di TPS3R dengan menerapkan prinsip Reduce (mengurangi), Reuse (menggunakan kembali), dan Recycle (mendaur ulang). Dengan pola ini, hanya residu yang benar-benar tidak dapat dimanfaatkan yang diangkut ke TPA Talanggulo, sehingga tidak membebani kapasitas Sanitary Landfill,” ungkapnya.

“Di TPA Talanggulo, sampah diolah melalui konsep circular economy yang menjadikan sampah bernilai ekonomi. Dengan didaur ulang menjadi produk bernilai tambah seperti briket, RDF, magot, dan pupuk,” tambah Maulana.

Menurutnya, keberhasilan pengelolaan sampah yang efektif merupakan investasi jangka panjang yang sangat besar manfaatnya bagi kemajuan suatu daerah. Ia menegaskan, program pengelolaan sampah berbasis pemberdayaan masyarakat seperti Kampung Bahagia layak menjadi salah satu best practice dalam memperkuat pembangunan perkotaan berkelanjutan. Program ini mengedepankan kolaborasi multipihak dan penanganan sampah secara komprehensif, mulai dari hulu hingga hilir.

“Mudah-mudahan, upaya ini dapat berjalan sesuai harapan para pemimpin daerah se-ASEAN, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” katanya.

Paparan Wali Kota Jambi dalam dua sesi diskusi panel tersebut berhasil mencuri perhatian dan menuai apresiasi tinggi dari para peserta yang tergabung dalam UCLG ASPAC. Antusiasme tersebut menjadi bukti nyata bahwa Program Kota Jambi Bahagia tidak hanya relevan dan sejalan dengan kebutuhan pembangunan di tingkat daerah, tetapi juga selaras dengan agenda global untuk mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

AGMF Tahun 2025 yang dirangkai dengan berbagai kegiatan ini dibuka oleh Menteri Departemen Perdana Menteri Malaysia Dr. Zahila binti Mustafa dalam sebuah jamuan dengan tema Kenduri the Park yang berlangsung di Perdana Botanical Garden Kuala Lumpur.

Dalam acara itu Wali Kota Jambi juga berkesempatan mempromosikan potensi Kota Jambi dengan memberikan cinderamata khas Jambi kepada Wali Kota Kuala Lumpur dan Sekjen UCLG ASPAC Dr. Bernadia Irawati Tjandradewi.

Selama tiga hari berada di Kuala Lumpur, Wali Kota Jambi dokter Maulana mengikuti berbagai agenda penting. Selain menjadi pembicara dan mengikuti serangkaian sesi formil lainnya, Wali Kota Maulana juga memanfaatkan forum itu untuk menjalin komunikasi dengan para pemimpin kota dari negara-negara anggota ASEAN untuk membicarakan peluang kerja sama di berbagai bidang, seperti pengelolaan lingkungan, pengembangan ekonomi kreatif, dan pemberdayaan masyarakat.

Wali Kota Maulana juga berkesempatan melakukan visitasi ke TPA Bukit Tagar, kawasan TPA Sanitary Landfill seluas 1700 hektare. TPA ini didukung dengan instalasi Waste to Energy gas metan yang menghasilkan listrik 12 MW.

“Kami datang bukan sekedar untuk menghadiri forum, tetapi untuk menunjukkan komitmen Kota Jambi bersama-sama kota-kota besar dunia dalam menghadapi tantangan global. Melalui kesempatan ini, kami menjalin jejaring, bertukar pengetahuan, dan membawa pulang inspirasi serta best practice yang dapat kami terapkan demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Kota Jambi,” sebut Wali Kota Jambi itu.

Untuk diketahui, forum berskala internasional yang diikuti oleh kurang lebih 8.000 peserta ini mengusung gagasan global dengan fokus pembahasan pada empat pilar utama.

Pertama, climate resilient cities, yang menitikberatkan pada adaptasi dan mitigasi dampak perubahan iklim, termasuk solusi inovatif seperti pendekatan berbasis alam untuk merespons banjir dan krisis iklim.

Kedua, healthy and caring cities, yang mendorong pembangunan kota inklusif, memperkuat jejaring sosial, serta mendukung kesehatan masyarakat secara menyeluruh.

Ketiga, digital transformation and innovation, yang membahas percepatan transformasi digital dalam tata kelola kota, layanan publik, dan pengembangan inovasi teknologi perkotaan.

Keempat, collaborative pathways to sustainability, yang menekankan pentingnya kolaborasi antar pemangku kepentingan dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan melalui kebijakan dan strategi kolektif.

Melalui forum ini, diharapkan para peserta, mulai dari pemerintah kota, pakar teknis, hingga mitra regional, dapat menghasilkan wawasan yang aplikatif dan dapat ditindaklanjuti. Hasil yang diharapkan meliputi: penguatan pembelajaran dan kerja sama antarkota; terdokumentasinya praktik-praktik baik dan pengalaman sukses; lahirnya gagasan untuk kerja sama di masa depan; peningkatan pemahaman terhadap pendekatan terpadu; serta bertambahnya komitmen untuk mengimplementasikan agenda global pada tingkat lokal, khususnya dalam pengelolaan sampah terpadu

 

 

 

Pemkot Jambi Gandeng Kerinci Penuhi Pasokan Pangan Program MBG

Kota Jambi - Pemkot Jambi terus memperkuat sinergi antar daerah sebagai strategi dalam mengoptimalkan pemanfaatan potensi masing-masing wilayah, sekaligus menjawab tantangan kesenjangan pembangunan antar kawasan. Langkah konkret ini kembali diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kota Jambi dengan Pemerintah Kabupaten Kerinci, yang dilaksanakan pada Sabtu pagi (1/8/2025).

Penandatanganan PKS yang berlangsung di Aroma Pecco, Kawasan Kebun Teh Kayu Aro itu, dilakukan oleh dua Kepala Perangkat Daerah (PD) dari kedua Pemerintah Daerah tersebut. Yaitu Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi Amran bersama Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kerinci Yoddizal Ali. Serta Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Jambi Evridal Asri bersama Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Kerinci Radium Halis, dengan disaksikan langsung oleh kedua Kepala Daerah, Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M, dan Bupati Kerinci Monadi, S.Sos., M. Si,.

Kerja sama lintas daerah ini menjadi bagian dari komitmen Pemkot Jambi untuk membangun kolaborasi strategis, khususnya dengan sesama pemerintah daerah di Provinsi Jambi, dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi, peningkatan pelayanan publik, serta pemerataan pembangunan yang berkelanjutan.

Terkait kerja sama itu, Wali Kota Maulana menyebut, bahwa kolaborasi tersebut merupakan langkah strategis antar pemerintah daerah, khususnya dalam mendukung ketahanan pangan Kota Jambi. Kota Jambi katanya, memiliki ketergantungan terhadap pasokan sejumlah komoditas penting dari luar daerah, seperti cabai dan sayur-mayur, yang banyak dihasilkan di wilayah pegunungan seperti Kabupaten Kerinci.

“Kerja sama ini juga menjadi bagian dari upaya kita untuk meningkatkan pendapatan petani, karena kita membeli langsung dari petani. Ini sejalan dengan arahan Bapak Presiden yang mendorong agar petani memperoleh kesejahteraan melalui sistem distribusi yang lebih adil,” ungkap Maulana.

Lebih lanjut, Maulana menekankan bahwa kerja sama ini bukan hanya menyangkut aspek perdagangan komoditas, tetapi juga berkaitan langsung dengan pemenuhan kebutuhan program prioritas nasional, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Salah satu dampak langsungnya adalah pemenuhan kebutuhan Dapur Gizi yang sedang kita dorong operasionalisasinya di Kota Jambi. Saat ini baru lima dapur yang berjalan, dan target kita adalah 62 Dapur Gizi aktif untuk mendukung program MBG. Karena itu, kerja sama hari ini sangat relevan dan mendukung arahan Presiden agar program ini benar-benar terpenuhi dari aspek ketersediaan bahan, nilai gizi, hingga keterjangkauan harga,” jelasnya.

Maulana juga mengingatkan pentingnya percepatan implementasi kerja sama tersebut, agar tidak terjadi lonjakan harga akibat peningkatan permintaan bahan pangan untuk program MBG.

“Ini kolaborasi yang harus segera ditindaklanjuti. Jangan sampai nantinya terjadi lonjakan harga hanya karena kebutuhan Dapur Gizi yang cukup besar, yakni sekitar 12 ribu porsi makan setiap hari,” terangnya.

Wali Kota Maulana yang sempat mengikuti sejumlah kegiatan di Kabupaten Kerinci juga sempat memuji keindahan “Bumi Sakti Alam Kerinci” itu. Ia mengungkap kebanggaannya kepada Kabupaten Kerinci, yang memiliki spot-spot wisata alam yang indah yang tidak ditemukan di Kabupaten/Kota di Provinsi Jambi lainnya, termasuk di Kota Jambi.

“Hal ini tentunya sejalan dengan apa yang dikembangkan oleh Pemerintah Kota Jambi saat ini dalam pengembangan tempat-tempat wisata baru atau sport tourism, seperti Kawasan Danau Sipin, Taman Remaja dan Rumah Batu. Mudah-mudahan dengan akses yang baik melalui kolaborasi ini bisa memberikan keuntungan buat masing-masing daerah,” ungkapnya.

Dia juga menyebut, masih banyak bidang lainnya yang dapat dikerjasamakan, termasuk dari aspek pariwisata yang akan di dorong sebagai salah satu penunjang Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Kita akan memberikan paket pilihan wisata, jika ada yang ingin ke Kerinci, maka Kota Jambi sebagai wajah awal Provinsi Jambi kami akan fasilitasi,” sebutnya.

“Kita berharap kolaborasi antar daerah ini dapat terus terjaga, karena ini sangat penting untuk saling menguatkan daerah masing-masing,” pungkas Wali Kota Jambi itu.

Sementara itu, Bupati Kerinci, Monadi, menyampaikan bahwa penandatanganan PKS ini merupakan langkah konkret untuk saling melengkapi kekuatan dan kebutuhan masing-masing daerah, dalam semangat kolaborasi antar wilayah.

“Kerja sama ini sangat penting, khususnya dalam aspek pemenuhan kebutuhan pangan daerah. Di Provinsi Jambi, Kabupaten Kerinci bersama Kota Sungai Penuh memiliki peran strategis sebagai daerah penghasil komoditas pertanian yang berpengaruh langsung terhadap inflasi,” ujarnya.

Senada dengan Wali Kota Maulana, Bupati Monadi berharap agar kerja sama ini tidak berhenti pada bidang pangan saja, tetapi dapat diperluas ke sektor-sektor lainnya yang juga potensial, seperti pariwisata, perdagangan, dan sektor pelayanan publik lainnya.

“Setelah seremoni penandatanganan ini, kami berharap segera ada tindak lanjut yang konkret, agar kerja sama ini benar-benar memberi dampak nyata terhadap stabilitas pasar dan pemenuhan kebutuhan masyarakat,” harapnya.

 

Copyright © Free Joomla! 4 templates / Design by Galusso Themes